Kaitkan 20% Anggaran Pendidikan dan Lama Sekolah, Menteri Suharso: What's Wrong with Us?
Selasa, 04 Juli 2023 - 19:36 WIB
loading...
Rata-rata penambahan lama sekolah di Indonesia masih rendah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah digelontorkan untuk pendidikan . Namun menurutnya, dari tahun 2005 hingga 2022 jumlah lama sekolah di Indonesia hanya naik 1,9 tahun dari sebelumnya 7,2 tahun menjadi 9,1 tahun.
Baca juga: Indonesia Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Biru hingga 2045
"Bayangkan, negara sebesar ini, sudah 20% anggaran pendidikan yang digelontorkan dari APBN sampai APBD, belum lagi intervensi anggaran dari yang lain, toh hanya naik 1,9 tahun, what's wrong with us, apa yang terjadi?" ujar Suharso dalam acara Launching dan Webinar Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang dipantau secara daring, Selasa (4/7/2023).
Suharso pun mendorong perbaikan sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) agar memiliki standardisasi yang sama di seluruh Indonesia. "(Jika) standarisasinya dari Aceh sampai Papua sama, luar biasa, yang terjadi akan luar biasa. Sekarang kan tidak, di Jakarta saja sudah beda sekolah SD-nya. Cucu saya sekolah SD, belum SD, taman kanak-kanak internasional, dia sudah belajar bahasa coding umur 6 tahun," sebutnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada kewajiban untuk mengajarkan bahasa daerah hingga bahasa coding.
Baca juga: Indonesia Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Biru hingga 2045
"Bayangkan, negara sebesar ini, sudah 20% anggaran pendidikan yang digelontorkan dari APBN sampai APBD, belum lagi intervensi anggaran dari yang lain, toh hanya naik 1,9 tahun, what's wrong with us, apa yang terjadi?" ujar Suharso dalam acara Launching dan Webinar Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang dipantau secara daring, Selasa (4/7/2023).
Suharso pun mendorong perbaikan sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) agar memiliki standardisasi yang sama di seluruh Indonesia. "(Jika) standarisasinya dari Aceh sampai Papua sama, luar biasa, yang terjadi akan luar biasa. Sekarang kan tidak, di Jakarta saja sudah beda sekolah SD-nya. Cucu saya sekolah SD, belum SD, taman kanak-kanak internasional, dia sudah belajar bahasa coding umur 6 tahun," sebutnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada kewajiban untuk mengajarkan bahasa daerah hingga bahasa coding.
Lihat Juga :