Goldman Sachs Ramal Ekonomi India Bakal Melompati Jepang, Jerman hingga AS

Selasa, 11 Juli 2023 - 07:25 WIB
loading...
Goldman Sachs Ramal...
Selain itu bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika itu juga memperkirakan, India tidak hanya bakal melompati Jepang dan Jerman, tetapi juga Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Goldman Sachs meramalkan, India siap menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia pada tahun 2075. Selain itu bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika itu juga memperkirakan, India tidak hanya bakal melompati Jepang dan Jerman, tetapi juga Amerika Serikat (AS) .

Baca Juga: Setelah Maju Mundur, Elon Musk Tegaskan Bangun Pabrik Telsa di India Sesegara Mungkin

Saat ini, India merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia, di belakang Jerman, Jepang, China dan AS. Seiring populasi yang berkembang, faktor lain yang menunjang proyeksi India menjadi negara maju adalah dalam inovasi dan teknologi.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Telah Berubah Menjadi Bencana Ekonomi Bagi India

Ditambah investasi modal yang lebih tinggi dan meningkatnya produktivitas pekerja, menurut Goldman Sachs bakal menjadi dasar kemajuan India. Hal ini disampaikan dalam sebuah laporan baru-baru ini seperti dilansir CNBC.

"Selama dua dekade ke depan, rasio ketergantungan India akan menjadi salah satu yang terendah di antara ekonomi regional," kata ekonom Goldman Sachs Research India, Santanu Sengupta.

Rasio ketergantungan suatu negara diukur dengan melihat jumlah tanggungan terhadap total populasi usia kerja. Rasio ketergantungan yang rendah menunjukkan, bahwa ada lebih banyak orang dewasa usia kerja yang secara proporsional mampu mendukung kaum muda dan lanjut usia.

Sengupta menambahkan, bahwa kunci untuk menarik potensi populasi India yang berkembang pesat adalah dengan meningkatkan partisipasi tenaga kerjanya. Dan Sengupta memprediksi, bahwa India akan memiliki salah satu rasio ketergantungan terendah di antara ekonomi besar selama 20 tahun ke depan.

"Jadi itu benar-benar jendela bagi India untuk melakukannya dengan benar dalam hal menyiapkan kapasitas produksi, terus menumbuhkan layanan, serta melanjutkan pertumbuhan infrastruktur," katanya.

Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah India, terutama dalam pembuatan jalan dan kereta api. Anggaran negara baru-baru ini bertujuan melanjutkan program pinjaman tanpa bunga 50 tahun kepada pemerintah negara bagian untuk memacu investasi di bidang infrastruktur.

Goldman Sachs menerangkan, bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi sektor swasta untuk meningkatkan penciptaan kapasitas di bidang manufaktur dan jasa untuk menghasilkan lebih banyak pekerjaan dan menyerap tenaga kerja yang besar.

Teknologi dan Investasi

Disampaikan oleh bank investasi asal AS itu bahwa, yang menjadi ujung tombak kemajuan ekonomi India yakni teknologi dan inovasi.

Pendapatan industri teknologi India diperkirakan akan meningkat sebesar USD245 miliar pada akhir tahun 2023, menurut Nasscom, asosiasi perdagangan non-pemerintah India. Pertumbuhan itu akan datang dari seluruh TI, manajemen proses bisnis dan aliran produk perangkat lunak, diterangkan dalam laporan Nasscom.

Selain itu, Goldman memperkirakan investasi modal akan menjadi pendorong signifikan lainnya bagi pertumbuhan ekonomi India.

"Tingkat tabungan India kemungkinan akan meningkat dengan penurunan rasio ketergantungan, peningkatan pendapatan, dan pengembangan sektor keuangan yang lebih dalam, yang kemungkinan akan membuat kumpulan modal tersedia untuk mendorong investasi lebih lanjut," kata laporan Goldman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Rekomendasi
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved