Mantan Bos BKPM: Indonesia Punya Peluang Besar Jaring Relokasi Investasi
Selasa, 28 Juli 2020 - 14:32 WIB
loading...
Indonesia diyakini berpeluang besar menjaring relokasi investasi dari China. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjaring relokasi investasi dari negara-negara maju yang bersiap memperluas basis bisnisnya dari China setelah adanya pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satu negara yang kemungkinan akan melakukan langkah diversifikasi tersebut adalah Jepang.
"Jadi investor Jepang mulai keluar dari China. Namun pertanyaannya relokasi akan masuk ke Vietnam, Malaysia, Singapura, atau kita? Peluang ini tergantung Omnibus Law beres atau tidak," ujar mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dalam telekonfrensi, Selasa (28/7/2020).
(Baca Juga: Kemenperin Akselerasi Kesiapan KIT Batang Tampung Relokasi Investor)
Chatib melihat pandemi telah memberikan pesan besar bagi dunia untuk tidak menanamkan investasinya hanya di satu negara. Pasalnya apabila, terjadi krisis atau bencana di sebuah negara, risiko yang harus ditanggung industri terlalu besar.
"Misalnya yang terjadi saat pandemi ini pertama kali menyerang China, rantai pasokan global terkena imbasnya. Maka itu, sejumlah negara mulai berpikir untuk mulai melakukan relokasi pabrik di luar China," ungkap dia.
"Jadi investor Jepang mulai keluar dari China. Namun pertanyaannya relokasi akan masuk ke Vietnam, Malaysia, Singapura, atau kita? Peluang ini tergantung Omnibus Law beres atau tidak," ujar mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dalam telekonfrensi, Selasa (28/7/2020).
(Baca Juga: Kemenperin Akselerasi Kesiapan KIT Batang Tampung Relokasi Investor)
Chatib melihat pandemi telah memberikan pesan besar bagi dunia untuk tidak menanamkan investasinya hanya di satu negara. Pasalnya apabila, terjadi krisis atau bencana di sebuah negara, risiko yang harus ditanggung industri terlalu besar.
"Misalnya yang terjadi saat pandemi ini pertama kali menyerang China, rantai pasokan global terkena imbasnya. Maka itu, sejumlah negara mulai berpikir untuk mulai melakukan relokasi pabrik di luar China," ungkap dia.
Lihat Juga :