Aset Kripto Syariah Akan Ramaikan Bursa Cryptocurency
Jum'at, 21 Juli 2023 - 20:30 WIB
loading...
Islamic Coin bakal segera meluncur. Foto/IslamicCoin
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan dunia investasi aset kripto terus menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Islamic Coin (ISLM) disebut-sebut sebagai cryptocurrency pertama di dunia yang mematuhi syariat Islam dan mengedepankan etika.
Baca juga: Jabarkan Kekuatan Bitcoin ETF dan Pengaruhnya di Pasar Kripto
Jika tak ada aral menghalang, aset kripto syariah itu secara resmi akan diluncurkan di bursa terpusat dan terdesentralisasi pada 1 September 2023. Listing yang sudah lama ditunggu-tunggu ini dinilai telah memacu minat yang luar biasa di kalangan Islam.
"Memimpin Islamic Coin ke masa depan merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan. Ini adalah kesempatan penting yang sudah kita semua tunggu-tunggu, dan saya berharap dapat segera menyampaikan detail yang lebih menarik," kata Mohammed AlKaff AlHashmi, pendiri Islamic Coin, dalam keterangannya dikutip, Jumat (21/7/2023).
Islamic Coin adalah inisiatif yang menggabungkan cryptocurrency, teknologi blockchain, dan prinsip-prinsip keuangan Islam, yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang sesuai prinsip Islam dan nilai-nilai etisnya. Menurut CoinMarketCap saat ini, lanskap global aset kripto diramaikan oleh hampir 22.932 entitas, banyak di antaranya telah memudar atau tidak aktif. Hanya ada kisaran 8.000 aset kripto yang terus aktif terlibat dalam pasar digital.
“Tentunya Islamic Coin berkomitmen untuk membuat sebuah instrumen mata uang kripto yang sesuai dengan prinsip syariah,”imbuh Mohammed.
Aset kripto ini telah dirancang dengan cermat agar selaras dengan nilai-nilai yang dianut oleh umat Muslim. Target pasar potensial untuk inisiatif ini sangat besar, diperkirakan mulai dari 1,2 miliar hingga 2 miliar orang di seluruh dunia. Islamic Coin berfungsi sebagai mata uang digital resmi Haqq, sebuah jaringan blockchain yang dipimpin oleh komunitas yang dikembangkan oleh Asosiasi HAQQ nirlaba yang berbasis di Swiss.
Baca juga: Jabarkan Kekuatan Bitcoin ETF dan Pengaruhnya di Pasar Kripto
Jika tak ada aral menghalang, aset kripto syariah itu secara resmi akan diluncurkan di bursa terpusat dan terdesentralisasi pada 1 September 2023. Listing yang sudah lama ditunggu-tunggu ini dinilai telah memacu minat yang luar biasa di kalangan Islam.
"Memimpin Islamic Coin ke masa depan merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan. Ini adalah kesempatan penting yang sudah kita semua tunggu-tunggu, dan saya berharap dapat segera menyampaikan detail yang lebih menarik," kata Mohammed AlKaff AlHashmi, pendiri Islamic Coin, dalam keterangannya dikutip, Jumat (21/7/2023).
Islamic Coin adalah inisiatif yang menggabungkan cryptocurrency, teknologi blockchain, dan prinsip-prinsip keuangan Islam, yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang sesuai prinsip Islam dan nilai-nilai etisnya. Menurut CoinMarketCap saat ini, lanskap global aset kripto diramaikan oleh hampir 22.932 entitas, banyak di antaranya telah memudar atau tidak aktif. Hanya ada kisaran 8.000 aset kripto yang terus aktif terlibat dalam pasar digital.
“Tentunya Islamic Coin berkomitmen untuk membuat sebuah instrumen mata uang kripto yang sesuai dengan prinsip syariah,”imbuh Mohammed.
Aset kripto ini telah dirancang dengan cermat agar selaras dengan nilai-nilai yang dianut oleh umat Muslim. Target pasar potensial untuk inisiatif ini sangat besar, diperkirakan mulai dari 1,2 miliar hingga 2 miliar orang di seluruh dunia. Islamic Coin berfungsi sebagai mata uang digital resmi Haqq, sebuah jaringan blockchain yang dipimpin oleh komunitas yang dikembangkan oleh Asosiasi HAQQ nirlaba yang berbasis di Swiss.
Lihat Juga :