IMF Nyalakan Sinyal Perlambatan Ekonomi Global, Inflasi Masih Jadi Hambatan
Senin, 24 Juli 2023 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga memprediksi, bahwa ekonomi maju kemungkinan akan mengalami perlambatan yang sangat nyata, dari 2,7% pada 2022 menjadi 1,3% pada akhir 2023. Georgieva juga mencatat bahwa inflasi, meskipun menunjukkan tanda-tanda melambat, tetap menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi.
"Mengenai inflasi, ada beberapa berita yang menggembirakan – trennya akhirnya turun. Tetapi inflasi utama masih terlalu tinggi dan inflasi inti tetap lengket, meskipun pengetatan kebijakan moneter yang signifikan," katanya.
Georgieva juga memperingatkan, bahwa "inflasi bisa tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama" dan akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, sedangkan "fragmentasi dapat lebih membebani pertumbuhan."
Lantaran itu, Ia mendesak para pemimpin G20 untuk "menggerakkan ekonomi global ke jalur jangka menengah yang lebih bersemangat," yang akan membutuhkan langkah-langkah kebijakan domestik dan internasional yang berfokus pada pengurangan inflasi dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Dia mencatat, bahwa upaya ini dapat bervariasi antara satu negara dengan negara lain, dan membutuhkan tindakan kolektif, karena perbedaan kondisi ekonomi negara merupakan perhatian yang terus-menerus bagi IMF.
"Mengenai inflasi, ada beberapa berita yang menggembirakan – trennya akhirnya turun. Tetapi inflasi utama masih terlalu tinggi dan inflasi inti tetap lengket, meskipun pengetatan kebijakan moneter yang signifikan," katanya.
Georgieva juga memperingatkan, bahwa "inflasi bisa tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama" dan akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, sedangkan "fragmentasi dapat lebih membebani pertumbuhan."
Lantaran itu, Ia mendesak para pemimpin G20 untuk "menggerakkan ekonomi global ke jalur jangka menengah yang lebih bersemangat," yang akan membutuhkan langkah-langkah kebijakan domestik dan internasional yang berfokus pada pengurangan inflasi dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Dia mencatat, bahwa upaya ini dapat bervariasi antara satu negara dengan negara lain, dan membutuhkan tindakan kolektif, karena perbedaan kondisi ekonomi negara merupakan perhatian yang terus-menerus bagi IMF.
Lihat Juga :