Pelaku UMKM Mulai Rasakan Nikmatnya Program PEN
Rabu, 29 Juli 2020 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Peluncuran berbagai stimulus untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dicanangkan oleh pemerintah perlu dukungan dari berbagai pihak, baik perbankan hingga penjamin. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UMKM menjadi prioritas utama dalam pemulihan ekonomi nasional.
Perbankan sebagai salah satu penyalur kredit kepada UMKM tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di tengah resiko tingginya gagal bayar. Disinilah peran penjaminan kredit sangat diperlukan. Itulah sebabnya kredit modal kerja tersebut akan dijamin pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, seluruh aspek untuk dunia usaha terutama untuk UMKM sekarang didukung dan diberikan bantuan oleh Pemerintah bahkan juga dilindungi.
"Karena itu tujuan dari pembangunan ekonomi adalah agar kita bisa melakukan perlindungan dan pemulihan ekonomi akibat adanya dampak negatif Covid-19. Apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemulihan ekonomi terutama untuk UMKM ini angkanya Rp123,46 triliun. Kita berharap bahwa anggaran ini bisa berputar dan betul-betul dinikmati oleh UMKM,” ujar Menkeu.
Lebih lanjut mantan direktur bank dunia itu menambahkan bahwa Pemerintah memberikan penjaminan kredit modal kerja sebesar 5 triliun rupiah. Premi untuk penjaminan kreditnya dibayarkan oleh Pemerintah, dengan penjamin Askrindo dan Jamkrindo.
Direktur Operasional Ritel Askrindo, Anton F Siregar menjelaskan, Askrindo mendukung penuh program PEN karena perlu percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak oleh pandemi covid-19. ”Penugasan pemerintah ini kami jalankan sebaik-baiknya, seperti halnya kami menjalankan program Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sampai saat ini masih terus berlangsung," ujar Anton.
Dirinya menambahkan, melalui program PEN tersebut, ekonomi diharapkan bisa merecovery lebih cepat. Dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada pada pelaku UMKM serta dengan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), menjadi cahaya terang guna membuat roda usaha para UMKM kembali berputar.
Perbankan sebagai salah satu penyalur kredit kepada UMKM tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di tengah resiko tingginya gagal bayar. Disinilah peran penjaminan kredit sangat diperlukan. Itulah sebabnya kredit modal kerja tersebut akan dijamin pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, seluruh aspek untuk dunia usaha terutama untuk UMKM sekarang didukung dan diberikan bantuan oleh Pemerintah bahkan juga dilindungi.
"Karena itu tujuan dari pembangunan ekonomi adalah agar kita bisa melakukan perlindungan dan pemulihan ekonomi akibat adanya dampak negatif Covid-19. Apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemulihan ekonomi terutama untuk UMKM ini angkanya Rp123,46 triliun. Kita berharap bahwa anggaran ini bisa berputar dan betul-betul dinikmati oleh UMKM,” ujar Menkeu.
Lebih lanjut mantan direktur bank dunia itu menambahkan bahwa Pemerintah memberikan penjaminan kredit modal kerja sebesar 5 triliun rupiah. Premi untuk penjaminan kreditnya dibayarkan oleh Pemerintah, dengan penjamin Askrindo dan Jamkrindo.
Direktur Operasional Ritel Askrindo, Anton F Siregar menjelaskan, Askrindo mendukung penuh program PEN karena perlu percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak oleh pandemi covid-19. ”Penugasan pemerintah ini kami jalankan sebaik-baiknya, seperti halnya kami menjalankan program Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sampai saat ini masih terus berlangsung," ujar Anton.
Dirinya menambahkan, melalui program PEN tersebut, ekonomi diharapkan bisa merecovery lebih cepat. Dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada pada pelaku UMKM serta dengan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), menjadi cahaya terang guna membuat roda usaha para UMKM kembali berputar.
(akr)
Lihat Juga :