Peringkat Utang AS Turun Kelas, Fitch Ungkap Alasannya

Kamis, 03 Agustus 2023 - 12:03 WIB
loading...
A A A
"AS menghadapi tantangan fiskal jangka panjang yang serius. Namun keputusan lembaga pemeringkat kredit hari ini, ketika ekonomi terlihat lebih kuat dari yang diharapkan, untuk menurunkan peringkat AS adalah hal yang aneh dan tidak kompeten," cuit Mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers di Twitter.

Fitch pertama kali memperingatkan bahwa mereka akan menurunkan peringkat kredit AS pada akhir Mei. "Penurunan peringkat kredit sebenarnya dapat meningkatkan permintaan utang AS dan mendorong suku bunga turun," kata Ekonom Ryan Sweet.

Baca Juga: Fitch Pangkas Peringkat Utang AS, Gedung Putih Tak Terima

Penurunan peringkat kredit AS dapat meningkatkan suku pinjaman bank menjadi lebih tinggi karena risiko yang dihadapi sebuah negara. Penurunan peringkat ini dapat mengguncang pasar keuangan meskipun surat berharga negara dapat diandalkan.

Namun hal itu dibantah oleh Menteri Keuangan Janet Yellen dalam sebuah pernyataan. Janet mengatakan keputusan Fitch tidak mengubah apa yang telah diketahui oleh warga AS, investor, dan orang-orang di seluruh dunia bahwa surat-surat berharga negara tetap merupakan aset-aset yang aman dan likuid yang terkemuka di dunia. "Ekonomi Amerika juga secara fundamental kuat," ujar Janet Yellen.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved