Peringkat Utang AS Turun Kelas, Fitch Ungkap Alasannya

Kamis, 03 Agustus 2023 - 12:03 WIB
loading...
Peringkat Utang AS Turun...
Fitch mengungkapkan alasan menurunkan peringkat utang Amerika Serikat. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Perselisihan politik terkait plafon utang selama 20 tahun terakhir telah mendorong salah satu lembaga pemeringkat kredit Fitch menurunkan peringkat utang Amerika Serikat (AS). Fitch Ratings memangkas peringkat utang AS dari AA+ menjadi AAA.

Fitch menilai telah terjadi kemerosotan dalam standar-standar tata kelola pemerintahan selama 20 tahun terakhir termasuk dalam hal fiskal dan utang terlepas dari kesepakatan bipartisan pada bulan Juni untuk menangguhkan batas utang hingga Januari 2025.

"Kebuntuan politik mengenai batas utang yang berulang-ulang dan resolusi-resolusi di menit-menit terakhir telah mengikis kepercayaan terhadap manajemen fiskal," tulis lembaga ini dalam sebuah komentar mengenai keputusan tersebut.

Baca Juga: Yellen Murka Peringkat Utang AS Turun, Fitch Dituding Main Drama Politik

Mengutip Investopedia, pemotongan pajak dan inisiatif-inisiatif pengeluaran baru telah membengkakkan utang AS selama satu dekade terakhir. Selain itu, AS juga memiliki proses penganggaran yang kompleks.

Fitch juga memperingatkan akan adanya masalah di masa depan karena pencarian dana untuk jaminan sosial dan biaya Medicare dalam jangka panjang masih belum terselesaikan.

Tidak hanya itu, ketidakpastian ekonomi, meningkatnya tingkat utang, siklus pengetatan suku bunga Federal Reserve dan potensi resesi menjadi indikator peringkat kredit AS turun kelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Rekomendasi
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved