Perkuat BRICS Melawan Dominasi AS, Rusia Beri Sinyal Dukung 3 Negara Ini Jadi Anggota Baru

Senin, 07 Agustus 2023 - 06:47 WIB
loading...
Perkuat BRICS Melawan...
Rusia mengatakan, kelompok negara-negara BRICS bakal semakin kuat dengan penambahan anggota baru. Pernyataan terbaru dari Kremlin menjadi dukungan paling eksplisit terhadap gagasan ekspansi. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan, kelompok negara-negara BRICS bakal semakin kuat dengan penambahan anggota baru. Pernyataan terbaru dari Kremlin menjadi dukungan paling eksplisit terhadap gagasan ekspansi.

Baca Juga: Kekuatan Baru Penantang Dominasi AS, Ini Pengaruh BRICS ke Supply Chain Global

BRICS saat ini beranggotakan negara- negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Moskow melihat, kelompok BRICS sebagai penyeimbang yang semakin penting dalam urusan pengaruh Barat secara global yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS).

"Tentu saja kami percaya bahwa dalam bentuk tertentu, perluasan BRICS akan berkontribusi pada pengembangan lebih lanjut dan penguatan organisasi ini," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: BRICS Bakal Ganti Nama Menjadi SUBSCRIBE? Ini Penjelasannya

Pernyataan Peskov merupakan, respons atas komenter Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang mengutarakan, bahwa "sangat penting" bagi Arab Saudi untuk bergabung dengan BRICS, bersama dengan Argentina dan Uni Emirat Arab (UEA), jika mereka mau.

Peskov menambahkan, Rusia memiliki hubungan konstruktif dengan ketiga negara, tetapi "kami tidak berpikir kami perlu maju untuk diri kami sendiri". Mengenai pembahasan negara-negara tertentu yang masuk kandidat anggota baru diterangkan, bakal dibahas pada pertemuan puncak BRICS di Afrika Selatan pada 22-24 Agustus 2023, mendatang.

Memperkuat BRICS merupakan bagian dari visi Rusia untuk merongrong dominasi AS dan membangun "dunia multipolar" baru. Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan negara-negara berkembang yang menahan diri tidak mengutuk aksi militer di Ukraina, pihak Rusia mengutarakan bakal meningkatkan perdagangan dengan negara sahabat.

Hal itu juga sebagai upaya menetralisir efek sanksi Barat terhadap ekonominya. Rusia sendiri akan diwakili pada KTT BRICS bulan ini oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov setelah Presiden Vladimir Putin memutuskan untuk tidak hadir.

Keputusan Putin untuk tidak hadir secara langsung, menyusul keluarnya surat perintah penangkapan dirinya yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas dugaan kejahatan perang di Ukraina, sesuatu yang dibantah Moskow.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Berita Terkini
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Infografis
Susul 3 Negara ASEAN...
Susul 3 Negara ASEAN Lainnya, Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved