Krisis Pangan Mencemaskan: Usai Beras, India Akan Batasi Ekspor Gula
Senin, 07 Agustus 2023 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
Ladang-ladang tebu di wilayah-wilayah penghasil utama Maharashtra dan Karnataka tidak mendapatkan curah hujan yang memadai di bulan Juni, yang menyebabkan stres pada tanaman, demikian menurut Aditya Jhunjhunwala, presiden Asosiasi Pabrik Gula India.
Kelompok ini memperkirakan produksi gula akan turun 3,4% dari tahun lalu menjadi 31,7 juta ton pada 2023-24. Namun, Jhunjhunwala mengatakan bahwa pasokan dapat memenuhi permintaan domestik. Sementara, India akan menggunakan lebih banyak gula untuk bahan bakar nabati. Asosiasi melihat pabrik-pabrik gula akan mengalihkan 4,5 juta ton untuk membuat etanol, naik 9,8% dari tahun sebelumnya.
"Pada tingkat produksi tersebut, India mungkin tidak akan melakukan ekspor," ujar Bruno Lima, kepala gula dan etanol di StoneX. "Kami harus mengikuti dengan seksama apakah pengalihan etanol ini akan dilakukan secara penuh," imbuhnya.
Menteri Pangan India Sanjeev Chopra mengkritik penilaian ISMA mengenai produksi gula yang lebih rendah, dengan mengatakan bahwa hal ini sangat prematur dan telah menciptakan kepanikan akan kekurangan di negara ini, demikian dilaporkan Press Trust of India.
India telah membatasi ekspor gula sebelumnya. Untuk musim 2022-2023, pengiriman dibatasi hingga 6,1 juta ton, turun dari 11 juta ton pada tahun sebelumnya. Musim depan, para analis termasuk Akamine dan Lima memperkirakan hanya 2 juta hingga 3 juta ton yang akan diizinkan atau tidak ada sama sekali, yang berisiko menimbulkan lonjakan lebih lanjut pada harga global.
Harga gula berjangka naik sekitar 20% tahun ini, bahkan meskipun harga telah turun dari puncaknya di bulan April yaitu 26,83 sen per pon, level tertinggi sejak 2011. Pasar khawatir El Nino akan membawa kondisi yang lebih panas dan lebih kering di Asia Selatan dan Asia Tenggara, sehingga mengganggu produksi. Thailand juga mungkin akan mengalami penurunan produksi.
Kelompok ini memperkirakan produksi gula akan turun 3,4% dari tahun lalu menjadi 31,7 juta ton pada 2023-24. Namun, Jhunjhunwala mengatakan bahwa pasokan dapat memenuhi permintaan domestik. Sementara, India akan menggunakan lebih banyak gula untuk bahan bakar nabati. Asosiasi melihat pabrik-pabrik gula akan mengalihkan 4,5 juta ton untuk membuat etanol, naik 9,8% dari tahun sebelumnya.
"Pada tingkat produksi tersebut, India mungkin tidak akan melakukan ekspor," ujar Bruno Lima, kepala gula dan etanol di StoneX. "Kami harus mengikuti dengan seksama apakah pengalihan etanol ini akan dilakukan secara penuh," imbuhnya.
Menteri Pangan India Sanjeev Chopra mengkritik penilaian ISMA mengenai produksi gula yang lebih rendah, dengan mengatakan bahwa hal ini sangat prematur dan telah menciptakan kepanikan akan kekurangan di negara ini, demikian dilaporkan Press Trust of India.
India telah membatasi ekspor gula sebelumnya. Untuk musim 2022-2023, pengiriman dibatasi hingga 6,1 juta ton, turun dari 11 juta ton pada tahun sebelumnya. Musim depan, para analis termasuk Akamine dan Lima memperkirakan hanya 2 juta hingga 3 juta ton yang akan diizinkan atau tidak ada sama sekali, yang berisiko menimbulkan lonjakan lebih lanjut pada harga global.
Harga gula berjangka naik sekitar 20% tahun ini, bahkan meskipun harga telah turun dari puncaknya di bulan April yaitu 26,83 sen per pon, level tertinggi sejak 2011. Pasar khawatir El Nino akan membawa kondisi yang lebih panas dan lebih kering di Asia Selatan dan Asia Tenggara, sehingga mengganggu produksi. Thailand juga mungkin akan mengalami penurunan produksi.
Lihat Juga :