Manfaatkan Angin Hingga Sawit, Pengembangan Energi Hijau Terus Dipacu
Rabu, 29 Juli 2020 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Djoko menuturkan, saat ini indeks ketahanan energi nasional Indonesia masih berada pada level 6,44 yang dikategorikan masih tahan. Nantinya dengan adanya D100 atau green fuel lainnya otomatis akan meningkatkan indeks ketahanan energi. "Kita ingin di level 7,99 jadi nanti kalau semua bahan bakar nabati sudah bisa memproduksi seluruh jenis BBM," imbuhnya.
Menurut Djoko, produk energi hijau (green energy) tersebut menjadi jawaban untuk menyediakan energi ramah lingkungan. Selain itu, D100 akan membuat penyerapan produksi minyak kelapa sawit domestik menjadi lebih optimal.
"Otomatis kalau nanti D100 ini bisa terdistribusi ke masyarakat akan mengurangi jenis impor solar yang begitu tinggi. Kita menuju Euro 5 bahkan Euro 6, bahkan kualitas bahan bakarnya mengikuti kualitas standar nasional menuju bahan bakar yang ramah lingkungan," tuturnya.
Sebelumnya, Pertamina berhasil melakukan uji coba produksi Green Diesel D100 mencapai 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai. D100 diproses dari 100% RBDPO dengan bantuan katalis yang dibuat oleh Research & Technology Center Pertamina dan ITB. (Baca juga: Heboh Uang Pangkal Rp100 Juta, ITB Sebut Untuk Subsidi Silang Mahasiswa Jalur Lain )
Dalam uji coba performa melalui road test 200 km, D100 ini dijadikan bahan bakar yang dicampur dengan Solar serta FAME dan terbukti menghasilkan bahan bakar diesel yang lebih berkualitas dengan angka cetane number yang lebih tinggi, lebih ramah lingkungan dengan angka emisi gas buang yang lebih rendah, serta lebih hemat penggunaan bahan bakarnya.
Menurut Djoko, produk energi hijau (green energy) tersebut menjadi jawaban untuk menyediakan energi ramah lingkungan. Selain itu, D100 akan membuat penyerapan produksi minyak kelapa sawit domestik menjadi lebih optimal.
"Otomatis kalau nanti D100 ini bisa terdistribusi ke masyarakat akan mengurangi jenis impor solar yang begitu tinggi. Kita menuju Euro 5 bahkan Euro 6, bahkan kualitas bahan bakarnya mengikuti kualitas standar nasional menuju bahan bakar yang ramah lingkungan," tuturnya.
Sebelumnya, Pertamina berhasil melakukan uji coba produksi Green Diesel D100 mencapai 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai. D100 diproses dari 100% RBDPO dengan bantuan katalis yang dibuat oleh Research & Technology Center Pertamina dan ITB. (Baca juga: Heboh Uang Pangkal Rp100 Juta, ITB Sebut Untuk Subsidi Silang Mahasiswa Jalur Lain )
Dalam uji coba performa melalui road test 200 km, D100 ini dijadikan bahan bakar yang dicampur dengan Solar serta FAME dan terbukti menghasilkan bahan bakar diesel yang lebih berkualitas dengan angka cetane number yang lebih tinggi, lebih ramah lingkungan dengan angka emisi gas buang yang lebih rendah, serta lebih hemat penggunaan bahan bakarnya.
(ind)
Lihat Juga :