Raksasa Minyak Saudi Aramco Raup Laba Rp455 Triliun, Turun Hampir 40 Persen
Selasa, 08 Agustus 2023 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Arab Saudi telah berulang kali memangkas produksi minyaknya dalam beberapa bulan terakhir dan menekan sesama anggota OPEC untuk melakukan hal yang sama dalam upaya untuk mendorong harga dalam menghadapi pelemahan permintaan dari China dan kenaikan suku bunga yang bertujuan memerangi inflasi.
Disamping itu kerajaan membutuhkan harga minyak yang tinggi untuk mendanai Visi 2030, sebuah rencana mahal dan luas untuk merombak ekonomi dan mengubah dirinya menjadi pusat regional untuk bisnis dan pariwisata.
Rencana tersebut mencakup beberapa hal yang disebut "gigaprojects," termasuk pembangunan kota futuristik senilai USD500 miliar di pantai Laut Merah. Arab Saudi juga menginvestasikan miliaran dolar dalam pariwisata, hiburan dan olahraga, termasuk merger kontroversial dengan PGA Tour dan perekrutan beberapa bintang sepak bola terbesar untuk bermain untuk klub lokal.
Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan, bahwa Arab Saudi membutuhkan harga minyak sekitar USD80 per barel untuk menghindari defisit. Patokan minyak mentah AS untuk pengiriman September naik USD1,27 menjadi USD82,82 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik USD1,10 menjadi USD86,24 per barel.
Sebelumnya Aramco mengumpulkan rekor USD29,4 miliar melalui penawaran umum awal 2019 di mana ia menjual kurang dari 2% dari perusahaan kepada investor.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan arsitek Visi 2030, telah mentransfer 8% dari Aramco ke dana kekayaan negara kerajaan senilai USD700 miliar selama dua tahun terakhir untuk membantu menopang pendanaan proyek besar-besaran infrastruktur.
Disamping itu kerajaan membutuhkan harga minyak yang tinggi untuk mendanai Visi 2030, sebuah rencana mahal dan luas untuk merombak ekonomi dan mengubah dirinya menjadi pusat regional untuk bisnis dan pariwisata.
Rencana tersebut mencakup beberapa hal yang disebut "gigaprojects," termasuk pembangunan kota futuristik senilai USD500 miliar di pantai Laut Merah. Arab Saudi juga menginvestasikan miliaran dolar dalam pariwisata, hiburan dan olahraga, termasuk merger kontroversial dengan PGA Tour dan perekrutan beberapa bintang sepak bola terbesar untuk bermain untuk klub lokal.
Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan, bahwa Arab Saudi membutuhkan harga minyak sekitar USD80 per barel untuk menghindari defisit. Patokan minyak mentah AS untuk pengiriman September naik USD1,27 menjadi USD82,82 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik USD1,10 menjadi USD86,24 per barel.
Sebelumnya Aramco mengumpulkan rekor USD29,4 miliar melalui penawaran umum awal 2019 di mana ia menjual kurang dari 2% dari perusahaan kepada investor.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan arsitek Visi 2030, telah mentransfer 8% dari Aramco ke dana kekayaan negara kerajaan senilai USD700 miliar selama dua tahun terakhir untuk membantu menopang pendanaan proyek besar-besaran infrastruktur.
(akr)
Lihat Juga :