Bea Cukai Makassar Kampanyekan Kemudahan Proses Ekspor ke Warga

Rabu, 29 Juli 2020 - 21:59 WIB
loading...
Bea Cukai Makassar Kampanyekan...
Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Eva Arifah Aliya. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Makassar tengah menyosialisasikan program "Export Assistance" dalam peningkatan kegiatan ekspor di Sulawesi Selatan serta memasyarakatkan bahwa proses administrasi ekspor mudah, murah, dan nyaman karena bisa dilakukan melalui teknologi dalam jaringan atau online.

Kepala KPPBC TMP B Makassar, Eva Arifah Aliyah menyatakan selama ini masyarakat beranggapan proses ekspor apalagi untuk urusan administrasi sulit, mahal, dan ribet. Padahal diakui dia keadaan itu malah sebaliknya.

Baca Juga: Bea Cukai Makassar Musnahkan Barang-barang Pornografi dari China

"Makanya kami dari Bea Cukai Makassar ingin merubah anggapan tersebut, melalui program Export Assistance, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan praktis dan mudah menjadi eksportir," kata Eva di temui dalam acara media breafing di Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Rabu (29/7/2020).

Menurut Eva, kemajuan teknologi di era 4.0 kita semua mampu melakukan asistensi online sehingga masyarakat dengan mudah teredukasi melalui gawai masing-masing tanpa harus ke kantor Bea Cukai lagi. Program ini juga mengkampanyekan tagline, "Ekspor itu Mudah!”.

"Apalagi di tengah pandemi COVID-19, seharusnya kita bisa menangkap ini sebagai peluang, karena semuanya dilakukan serba online. Untuk masyarakat menambah wawasan terkait ekspor. Melalui buat program Export Assistance," tegasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II, Adeltus Lolok mengatakan akibat asumsi itu, kondisi ekspor di Sulawesi Selatan cenderung stagnan. Karena para eksportir yang masih tetap sama dan hampir tak punya pesaing.

"Kita tekankan ekspor itu mudah, murah, bahkan bisa diurus melalui online, anda baru bangun sudah bisa input dokumen ekspor dari rumah masing-masing, nah itu yang belum disadari masyarakat kita," jelasnya.

Adeltus mengaku di Sulsel sendiri punya lima komoditas besar yang mampu bersaing menembus pedagangan internasional, dan meningkatkan devisa dan ekonomi negara. Di antaranya rumput laut yang menjadi komoditas pertama.

"Rumput laut itu nomor satu beserta turunannya seperti kerajinan dari hasil alam lah, kedua nikel, ketiga kakao, ke empat semen dan krustasea itu yang lima besar komoditas terbesar di Sulsel, dan itu lumayan menyumbang devisa negara," paparnya.

Baca Juga: PT Vale Optimistis Capai Target Produksi di Tengah Pandemi COVID-19

Namun, diakui Adeltus di semester 1 tahun 2020 menurut catatan Bea Cukai Makassar angka devisa, menurun jika dibandingkan pada semester 1 tahun 2019, sekitar 26 persen.

"Sama dengan pengurusan dokumen ekspor itu turun hampir 21 persen di rentang waktu yang sama jika dibandingkan tahun 2019," tuturnya.

Pelaksanaan program program export assistance sendiri dilakukan secara online dalam 5 sesi pertemuan dengan ratarata peserta diatas 110 orang persesi. Pemateri adalah pegawai Bea Cukai Makassar yang secara bergantian membawakan 14 materi.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved