Bisnis Properti Membaik, LPKR Cetak Rp1,32 Triliun dari Real Estate Development
Kamis, 30 Juli 2020 - 13:59 WIB
loading...
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kenaikan pendapatan dari bisnis Real Estate Development sebesar 33,9% mencapai Rp1,32 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kenaikan pendapatan dari bisnis Real Estate Development sebesar 33,9% menjadi Rp1,32 triliun di semester I/2020, dibandingkan Rp983 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut disumbang oleh pendapatan anak usaha perseroan yakni PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
" Bisnis properti terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan dimana marketing sales pada semester I/2020 meningkat 26% diakhir Juni 2020 menjadi Rp1,05 triliun dari Rp835 miliar pada periode yang sama tahun lalu," ujar CEO LPKR John Riady di Jakarta, Kamis (30/7/2020).
(Baca Juga: Kuartal I/2020, Penjualan Pemasaran LPKR Tembus 42% dari Target Rp2,5 Triliun)
John mengatakan, pendapatan LPCK meningkat sebesar 58,9% menjadi Rp1,09 triliun di semester I/2020 dari Rp686 miliar pada semester I/2019. Sumbangan pendapatan LPCK ini membuat total pendapatan perseroan menjadi Rp5,28 triliun di akhir Juni 2020.
Lebih lanjut John menuturkan, di semester I/2020 laba bruto perseroan sebesar Rp2,12 triliun atau naik tipis dibandingkan dengan Rp2,06 triliun pada semester I/2019. Sedangkan untuk EBITDA Konsolidasian meningkat 81,5% menjadi Rp969 miliar pada akhir Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp534 miliar.
John menuturkan, secara keseluruhan Marjin EBITDA perseroan telah membaik menjadi 18% di semester I/2020 dari 10% di semester I/2019. Namun, sesuai dengan kebijakan akuntansi mark to market, sehubungan dengan obligasi yang diterbitkan, perseroan mengalami rugi selisih kurs tak terealisasi.
" Bisnis properti terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan dimana marketing sales pada semester I/2020 meningkat 26% diakhir Juni 2020 menjadi Rp1,05 triliun dari Rp835 miliar pada periode yang sama tahun lalu," ujar CEO LPKR John Riady di Jakarta, Kamis (30/7/2020).
(Baca Juga: Kuartal I/2020, Penjualan Pemasaran LPKR Tembus 42% dari Target Rp2,5 Triliun)
John mengatakan, pendapatan LPCK meningkat sebesar 58,9% menjadi Rp1,09 triliun di semester I/2020 dari Rp686 miliar pada semester I/2019. Sumbangan pendapatan LPCK ini membuat total pendapatan perseroan menjadi Rp5,28 triliun di akhir Juni 2020.
Lebih lanjut John menuturkan, di semester I/2020 laba bruto perseroan sebesar Rp2,12 triliun atau naik tipis dibandingkan dengan Rp2,06 triliun pada semester I/2019. Sedangkan untuk EBITDA Konsolidasian meningkat 81,5% menjadi Rp969 miliar pada akhir Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp534 miliar.
John menuturkan, secara keseluruhan Marjin EBITDA perseroan telah membaik menjadi 18% di semester I/2020 dari 10% di semester I/2019. Namun, sesuai dengan kebijakan akuntansi mark to market, sehubungan dengan obligasi yang diterbitkan, perseroan mengalami rugi selisih kurs tak terealisasi.
Lihat Juga :