Rupiah Berbalik Menguat Lawan Dolar AS, Hari Ini Bertengger ke Rp15.246
Kamis, 24 Agustus 2023 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Aktivitas bisnis di Jerman mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam tiga tahun terakhir pada bulan Agustus, sementara aktivitas bisnis di Inggris mengalami kontraksi yang tidak terduga, sehingga meningkatkan risiko resesi. Data ini menimbulkan keraguan mengenai sejauh mana Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris akan terus menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.
"Presiden ECB Christine Lagarde telah mengisyaratkan jeda ECB pada bulan September, namun BOE secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada bulan depan karena harga konsumen Inggris masih naik 6,8% pada bulan Juli, lebih dari tiga kali lipat di atas rata-rata bank sentral sebesar 2% -target jangka panjang," ungkap Ibrahim.
Para ekonom kini memperkirakan BoE hanya akan menaikkan suku bunganya satu kali lagi, menjadikannya 5,50% pada 21 September, menurut jajak pendapat Reuters, meskipun sebagian besar ekonom masih memperkirakan suku bunga akan naik lebih tinggi lagi pada tahun ini.
Kemudian, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di China juga masih ada, karena pemerintah tidak memberikan banyak petunjuk mengenai langkah-langkah stimulus yang direncanakan. Namun langkah-langkah dukungan yang diambil oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) membantu membendung pelemahan yuan.
Berdasarkan sentimen di atas, mata uang rupiah diprediksi bergerak fluktuatif cenderung ditutup menguat di rentang Rp15.200 - Rp15.300 per USD.
"Presiden ECB Christine Lagarde telah mengisyaratkan jeda ECB pada bulan September, namun BOE secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada bulan depan karena harga konsumen Inggris masih naik 6,8% pada bulan Juli, lebih dari tiga kali lipat di atas rata-rata bank sentral sebesar 2% -target jangka panjang," ungkap Ibrahim.
Para ekonom kini memperkirakan BoE hanya akan menaikkan suku bunganya satu kali lagi, menjadikannya 5,50% pada 21 September, menurut jajak pendapat Reuters, meskipun sebagian besar ekonom masih memperkirakan suku bunga akan naik lebih tinggi lagi pada tahun ini.
Kemudian, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di China juga masih ada, karena pemerintah tidak memberikan banyak petunjuk mengenai langkah-langkah stimulus yang direncanakan. Namun langkah-langkah dukungan yang diambil oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) membantu membendung pelemahan yuan.
Berdasarkan sentimen di atas, mata uang rupiah diprediksi bergerak fluktuatif cenderung ditutup menguat di rentang Rp15.200 - Rp15.300 per USD.
(akr)
Lihat Juga :