Mendag: Pengusaha Tak Akan Memberi jika Tidak Diperas!

Senin, 03 April 2017 - 12:11 WIB
Mendag: Pengusaha Tak...
Mendag: Pengusaha Tak Akan Memberi jika Tidak Diperas!
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan agar para pegawainya membuka diri dan bergaul dengan kalangan dunia usaha, tanpa perlu takut akan terjerat kasus suap atau korupsi. Karena menurutnya, pengusaha tidak akan memberi apapun jika tidak diperas.

(Baca Juga: Mendag Enggar Trauma Pegawainya Kena Ciduk KPK )

Dia mengungkapkan, jika tidak memiliki niatan buruk apapun maka tidak perlu takut bergaul dengan dunia usaha. Sebagai perwakilan pemerintah, pegawainya diminta untuk tidak berpikir hanya sebagai penguasa dan regulator semata. Melainkan, sebagai akselarator pembangunan.

"‎Karena pengusaha membutuhkan kita. Kita jangan berpikir kita penguasa, kita mengendalikan dan regulator semata. Tapi sekali lagi, pesan Presiden kita jadi akselarator dalam pembangunan. Latar belakang saya pengusaha, tidak ada keinginan pengusaha untuk memberi kalau tidak diperas," katanya di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (3/4/2017).

(Baca Juga: Enggar Undang KPK Ceramahi Pegawai Kemendag )

Untuk itu, dirinya pun mempermudah proses perizinan di Kemendag. Pihaknya mencoba melepaskan aturan-aturan yang kiranya akan menyulitkan dunia usaha. Namun, kemudahan tersebut tanpa mengorbankan masyarakat dan industri nasional secara keseluruhan.

"‎Kita mencoba melepaskan berbagai aturan dan birokrasi yang ada, tapi kita tidak ingin negara ini jadi serbuan barang impor dan mengorbankan industri serta masyarakat banyak," imbuh dia.

Meskipun pemerintah terus memberikan kemudahan bagi dunia usaha, namun mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini memastikan tidak akan memberikan toleransi kepada kelompok pengusaha yang bandel. Beberapa waktu lalu, dirinya telah mencabut 31 izin impor yang dimiliki pengusaha.

"‎Sekarang kita sudah mulai lakukan, 31 izin kami cabut. Bertumpuk surat permohonan, kemudian kita dengan mudah melihat surat template perusahaan berbeda tapi isinya sama, tanggal sama persis. Saya perintahkan, panggil dia. Kalau penyimpangannya terbukti, maka yang semula SPI (Surat Persetujuan Impor) nya saja dicabut, tingkatkan IP (Importir Produsen) nya dicabut. Jangan coba-coba melakukan itu dan menghianati kita," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
21 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
50 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved