AS Resesi, Indonesia Berharap Kuartal III Tumbuh

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 06:45 WIB
loading...
A A A
“Data ini menggarisbawahi betapa dalam dan gelapnya ekonomi pada kuartal II. Kami akan keluar dari lubang itu, tetapi akan memakan waktu lama,” ujar Chief Economist Moody’s Analitics Mark Zandi seperti dikutip CNBC.

Menurut laporan Kementerian Perdagangan AS, kontraksi tajam perekonomian AS disebabkan anjloknya konsumsi pribadi, ekspor, investasi, dan pengeluaran pemerintah negara bagian. Di AS, konsumsi pribadi secara historis menyumbang sekitar dua pertiga dari semua aktivitas ekonomi negara itu, sedangkan sektor lainnya berasal dari jasa dan manufaktur.

Di bagian lain, pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan resesi yang terjadi di AS bukanlah kabar buruk bagi perekonomian nasional. Pasalnya pengaruh perlambatan ekonomi global sudah dirasakan sejak ekspor menurun jauh beberapa bulan lalu sehingga diperkirakan tidak akan berdampak lebih besar lagi di masa mendatang.

Dia melanjutkan, semua negara tinggal menunggu waktu untuk menyatakan secara resmi mengalami resesi. Hal ini karena secara kasatmata proses resesi tersebut sudah berlangsung sejak awal tahun.

"Negara-negara tertentu yang sangat bergantung pada ekspor akan terseret lebih dalam karena selain terjadi wabah di domestik, ekspornya juga turun akibat penurunan ekonomi global. Tapi Indonesia bukan negara seperti itu, kita tidak bergantung ekspor," tandasnya.

Adapun Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai resesi ekonomi AS bisa mengubah kepercayaan investor untuk berinvestasi di setiap negara, termasuk Indonesia. Di antaranya pada sektor investasi berisiko tinggi seperti saham. “Perubahan prilaku investor semakin mengincar safe haven seperti emas dan government bond," ujar Bhima.

Dia melanjutkan, apabila investor enggan berinvestasi di Indonesia, hal itu akan membuat aliran modal asing banyak keluar dari pasar modal. (Baca juga: Baru Pertama Potong Hewan Kurban, Ustaz Abdul Somad Dibimbing Juleha)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved