Bunga Acuan Dipangkas hingga 4%, Mampukah Dongkrak Kredit?
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Dengan adanya pemangkasan suku bunga BI, tentu saja bunga keuntungan dari deposito menjadi berkurang. Jadi, meski jumlah simpanan berjangka tersebut dilaporkan naik, tren pertumbuhannya justru berkurang.
Lifepal mencatat, di sepanjang tahun 2016, persentase simpanan berjangka di bank konvensional tercatat 6,14% sementara itu di tahun 2017 mencapai 6,21%. Meski demikian, pertumbuhan simpanan berjangka di tahun 2018 justru hanya 4,9%, dan di tahun 2019, hanya 2,9%.
Kesimpulannya, pemangkasan suku bunga BI memang bisa mendorong pertumbuhan kredit, hanya saja dampak dari kebijakan ini tidak akan berdampak langsung setelah kebijakan ini dicetuskan.
Kini, Pemerintah kembali memangkas lagi suku bunga hingga mencapai 4,00% di Juli 2020. Bisa dikatakan bahwa 4,00% adalah suku bunga terendah dalam empat tahun belakangan. Kebijakan ini ke depan harusnya mampu mendongkrak pertumbuhan kredit. Tapi di sisi lain, pandemi yang masih berlangsung menciptakan ketidakpastian bagi sektor bisnis.
(Baca Juga: Awas Kredit Macet di Tengah Terbatasnya Aktivitas Ekonomi Imbas Pandemi)
Tentunya, dalam kondisi seperti ini bank tak akan gegabah mengucurkan kredit. Kehati-hatian menjadi keharusan, terlebih di tengah kondisi ekonomi tak menentu mengingat risiko kredit macet pun ikut meninggi. Artinya, pertumbuhan kredit pun akan butuh waktu meski suku bunga acuan kini tinggal 4,00%.
Lifepal mencatat, di sepanjang tahun 2016, persentase simpanan berjangka di bank konvensional tercatat 6,14% sementara itu di tahun 2017 mencapai 6,21%. Meski demikian, pertumbuhan simpanan berjangka di tahun 2018 justru hanya 4,9%, dan di tahun 2019, hanya 2,9%.
Kesimpulannya, pemangkasan suku bunga BI memang bisa mendorong pertumbuhan kredit, hanya saja dampak dari kebijakan ini tidak akan berdampak langsung setelah kebijakan ini dicetuskan.
Kini, Pemerintah kembali memangkas lagi suku bunga hingga mencapai 4,00% di Juli 2020. Bisa dikatakan bahwa 4,00% adalah suku bunga terendah dalam empat tahun belakangan. Kebijakan ini ke depan harusnya mampu mendongkrak pertumbuhan kredit. Tapi di sisi lain, pandemi yang masih berlangsung menciptakan ketidakpastian bagi sektor bisnis.
(Baca Juga: Awas Kredit Macet di Tengah Terbatasnya Aktivitas Ekonomi Imbas Pandemi)
Tentunya, dalam kondisi seperti ini bank tak akan gegabah mengucurkan kredit. Kehati-hatian menjadi keharusan, terlebih di tengah kondisi ekonomi tak menentu mengingat risiko kredit macet pun ikut meninggi. Artinya, pertumbuhan kredit pun akan butuh waktu meski suku bunga acuan kini tinggal 4,00%.
(fai)
Lihat Juga :