Rugikan Indonesia, Jokowi Minta Belanda Hapus Kebijakan Anti-deforestasi
Minggu, 10 September 2023 - 14:25 WIB
loading...
Undang-Undang Anti-Deforestasi Eropa dipandang merugikan Indonesia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah Belanda menghapus Undang-Undang Anti-Deforestasi (European Deforestation Regulation/EUDR) yang dipandang merugikan Indonesia. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di New Delhi, India, Sabtu (9/9).
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram resminya. "Bapak Presiden mendorong penghapusan EU Deforestation Regulation," ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (10/9/2023).
Baca Juga: Bertemu Macron, Jokowi Minta Dukungan untuk Jadi Anggota OECD
Tak hanya itu, Indonesia juga meminta dukungan Belanda terkait dengan pengembangan teknologi rendah karbon dan inisiatif Indonesia untuk bergabung sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD).
"Bapak Presiden juga berharap Belanda dapat memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mengembangkan teknologi rendah karbon, serta inisiatif Indonesia bergabung sebagai anggota OECD," ujarnya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram resminya. "Bapak Presiden mendorong penghapusan EU Deforestation Regulation," ungkap Sri Mulyani, dikutip Minggu (10/9/2023).
Baca Juga: Bertemu Macron, Jokowi Minta Dukungan untuk Jadi Anggota OECD
Tak hanya itu, Indonesia juga meminta dukungan Belanda terkait dengan pengembangan teknologi rendah karbon dan inisiatif Indonesia untuk bergabung sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD).
"Bapak Presiden juga berharap Belanda dapat memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mengembangkan teknologi rendah karbon, serta inisiatif Indonesia bergabung sebagai anggota OECD," ujarnya.
Lihat Juga :