Digertak Putin, Miliarder Rusia Ramai-ramai Pulangkan Aset Rp768 Triliun

Jum'at, 15 September 2023 - 10:48 WIB
loading...
Digertak Putin, Miliarder...
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri pertemuan dengan anggota pemerintah melalui tautan video di Sochi, Rusia, 24 November 2021. FOTO/Sputnik/Mikhail Metzel/REUTERS
A A A
JAKARTA - Miliarder Rusia ramai-ramai memulangkan aset senilai lebih dari USD50 miliar atau setara Rp768 triliun di bawah tekanan Presiden Vladimir Putin.

Mengutip Business Insider, taipan Rusia telah menarik setidaknya aset mereka ke luar Eropa sejak pecahnya perang di Ukraina. Para taipan Rusia memulangkan kekayaan mereka ke negara asal di tengah sanksi Barat dan tekanan dari Kremlin.

Selama beberapa dekade, Eropa telah menjadi tujuan pilihan bagi perusahaan-perusahaan Rusia di luar negeri untuk menyalurkan dana mereka. Namun tradisi ini akan segera berakhir seiring dengan meningkatnya biaya untuk mempertahankan modal di luar negeri.

Baca Juga: Kapal Selamnya Dirudal, Rusia Luncurkan 80 Serangan Udara ke Ukraina dalam Sehari

Sanksi Eropa tidak hanya memberikan dampak buruk terhadap perusahaan-perusahaan Rusia. Namun Presiden Vladimir Putin juga telah meningkatkan upaya repatriasi sehingga mempersulit orang-orang terkaya di Rusia untuk menyimpan aset mereka di negara-negara yang dianggap tidak bersahabat.

Rusia telah mengambil langkah untuk memikat para miliardernya kembali ke negaranya. Negara ini menangguhkan perjanjian pajak ganda dan meningkatkan biaya perlindungan aset di negara-negara yang aman seperti Siprus dan Malta. Sementara, perusahaan yang mendaftar ulang di Rusia dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat pajak, menurut laporan Bloomberg.

"Hubungan Rusia-Siprus saat ini tidak berjalan dengan baik dalam hal pengiriman uang," kata Alexei Kuznetsov, dari perusahaan B1 Group yang sebelumnya beroperasi di Rusia. "Ini diselesaikan dengan pindah ke yurisdiksi sahabat atau Rusia," kata dia.

Baca Juga: 10 Miliarder Terkaya di Dunia per September 2023, 9 Orang Amerika, 1 Taipan Prancis

Di sisi lain, Rusia semakin mempersulit perusahaan asing, termasuk perbankan untuk meninggalkan negaranya. Moskow kini mengenakan biaya kepada perusahaan minimal 10% dari nilai penjualan bisnis lokal. Selain itu, Pemerintah Rusia juga mulai mewajibkan pengusaha dari negara yang tidak bersahabat untuk menyumbangkan 10% dari hasil penjualan demi memperkuat anggaran negara mulai Maret 2023.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Berita Terkini
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved