Eropa Diramal Kecanduan Produk China, Trauma Krisis Energi Bisa Terulang
Senin, 18 September 2023 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Dokumen itu juga mengungkap, karena sifat sumber energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin bersifat intermiten (berjangka), Eropa memerlukan cara untuk menyimpan energi guna mencapai target emisi karbon dioksida nol bersih pada tahun 2050.
“Hal ini akan meroketkan permintaan kita terhadap baterai litium-ion, sel bahan bakar, dan elektroliser, yang diperkirakan akan meningkat antara 10 dan 30 kali lipat dalam beberapa tahun mendatang,” tulis makalah yang disiapkan oleh kepresidenan Uni Eropa di Spanyol.
Meskipun UE memiliki posisi yang kuat dalam tahap perantara dan perakitan pembuatan elektroliser, dengan lebih dari 50% pangsa pasar global, namun Uni Eropa sangat bergantung pada China untuk sel bahan bakar dan baterai lithium-ion yang penting untuk kendaraan listrik.
“Tanpa menerapkan langkah-langkah yang kuat, ekosistem energi Eropa bisa memiliki ketergantungan pada China pada tahun 2030 dengan sifat yang berbeda, namun dengan tingkat keparahan yang sama, dibandingkan dengan Rusia sebelum invasi ke Ukraina,” katanya.
Menurut Komisi Eropa, pada tahun 2021, tahun sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Uni Eropa mengambil lebih dari 40% total konsumsi gas, 27% impor minyak, dan 46% impor batu bara dari Rusia. Perang Rusia-Ukraina menyebabkan guncangan harga energi di Uni Eropa dan lonjakan inflasi konsumen, sehingga memaksa Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga secara tajam dalam sebuah tindakan yang menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Hal ini akan meroketkan permintaan kita terhadap baterai litium-ion, sel bahan bakar, dan elektroliser, yang diperkirakan akan meningkat antara 10 dan 30 kali lipat dalam beberapa tahun mendatang,” tulis makalah yang disiapkan oleh kepresidenan Uni Eropa di Spanyol.
Meskipun UE memiliki posisi yang kuat dalam tahap perantara dan perakitan pembuatan elektroliser, dengan lebih dari 50% pangsa pasar global, namun Uni Eropa sangat bergantung pada China untuk sel bahan bakar dan baterai lithium-ion yang penting untuk kendaraan listrik.
“Tanpa menerapkan langkah-langkah yang kuat, ekosistem energi Eropa bisa memiliki ketergantungan pada China pada tahun 2030 dengan sifat yang berbeda, namun dengan tingkat keparahan yang sama, dibandingkan dengan Rusia sebelum invasi ke Ukraina,” katanya.
Menurut Komisi Eropa, pada tahun 2021, tahun sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Uni Eropa mengambil lebih dari 40% total konsumsi gas, 27% impor minyak, dan 46% impor batu bara dari Rusia. Perang Rusia-Ukraina menyebabkan guncangan harga energi di Uni Eropa dan lonjakan inflasi konsumen, sehingga memaksa Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga secara tajam dalam sebuah tindakan yang menghambat pertumbuhan ekonomi.
Lihat Juga :