Bareng PHE ONWJ, Buruh Pengupas Rajungan Sukses Merintis Bisnis
Senin, 18 September 2023 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kami dibayar per pekerjaan. Misal, jika mengupas lam atau dada kembang, upahnya Rp 18 ribu per kilo. Di tempat kerja sudah ada petugas yang mencatat hasil kerja ibu-ibu di buku. Dada kembang itu paling sudah, sekaligus juga paling mahal upahnya," jelas Iin.
Dari jauh, penghasilan Rp 300 ribu per hari terlihat besar. Dari dekat, upah itu sebanding dengan risiko kesehatan, ungkap Iin kepada wartawan, Jumat (8/9/2023).
Di tahun 2021, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang menyampaikan data jumlah penduduk kategori miskin ekstrem di Karawang mencapai 106.780 jiwa. Indikatornya, seorang penduduk masuk kategori miskin ekstrem apabila pendapatannya Rp 11 ribu per hari atau di bawahnya. Desa Sukajaya, tempat tinggal Iin, jadi salah satu desa berpenduduk miskin ekstrem terbanyak di Karawang bersama 25 desa lainnya.
Iin mengakui masih banyak penduduk di Sukajaya berniat atau sudah bekerja di luar negeri sebagai buruh migran Indonesia untuk menghidupi keluarga. Data menyebut, ada 125 TKI/TKW di Desa Sukajaya. Ada anggapan kuat di kalangan masyarakat kalau profesi ini bisa menaikkan derajat keluarga. Padahal, menjalani profesi sebagai buruh migran Indonesia, ibarat bermain judi. Kadang dapat majikan baik, kadang tidak. Iin, ibu beranak tiga ini, yang dapat meruntuhkan anggapan tersebut.
Tahun 2023, Iin boleh disebut pengusaha sukses. Produk mpek-mpek rajungan dan bakso ikan remang miliknya menghasilkan omzet Rp 4-5 juta dalam sebulan. Ia bahkan sudah punya merk dagang sendiri, namanya Sumber Rejeki.
Angka itu ia raih tanpa perlu bersusah payah menjajakan dagangan dari pintu ke pintu rumah atau duduk belasan jam mengupas rajungan lagi seperti dahulu kala. Perjuangan Iin mengumpulkan pelaku UMKM ke dalam wadah kelompok mandiri sudah dimulainya sejak 2018. Dalam benak Iin, pelaku UMKM yang didominasi ibu-ibu tidak boleh berakhir sebagai buruh pengupas rajungan atau buruh migran Indonesia.
Dari jauh, penghasilan Rp 300 ribu per hari terlihat besar. Dari dekat, upah itu sebanding dengan risiko kesehatan, ungkap Iin kepada wartawan, Jumat (8/9/2023).
Di tahun 2021, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang menyampaikan data jumlah penduduk kategori miskin ekstrem di Karawang mencapai 106.780 jiwa. Indikatornya, seorang penduduk masuk kategori miskin ekstrem apabila pendapatannya Rp 11 ribu per hari atau di bawahnya. Desa Sukajaya, tempat tinggal Iin, jadi salah satu desa berpenduduk miskin ekstrem terbanyak di Karawang bersama 25 desa lainnya.
Iin mengakui masih banyak penduduk di Sukajaya berniat atau sudah bekerja di luar negeri sebagai buruh migran Indonesia untuk menghidupi keluarga. Data menyebut, ada 125 TKI/TKW di Desa Sukajaya. Ada anggapan kuat di kalangan masyarakat kalau profesi ini bisa menaikkan derajat keluarga. Padahal, menjalani profesi sebagai buruh migran Indonesia, ibarat bermain judi. Kadang dapat majikan baik, kadang tidak. Iin, ibu beranak tiga ini, yang dapat meruntuhkan anggapan tersebut.
Tahun 2023, Iin boleh disebut pengusaha sukses. Produk mpek-mpek rajungan dan bakso ikan remang miliknya menghasilkan omzet Rp 4-5 juta dalam sebulan. Ia bahkan sudah punya merk dagang sendiri, namanya Sumber Rejeki.
Angka itu ia raih tanpa perlu bersusah payah menjajakan dagangan dari pintu ke pintu rumah atau duduk belasan jam mengupas rajungan lagi seperti dahulu kala. Perjuangan Iin mengumpulkan pelaku UMKM ke dalam wadah kelompok mandiri sudah dimulainya sejak 2018. Dalam benak Iin, pelaku UMKM yang didominasi ibu-ibu tidak boleh berakhir sebagai buruh pengupas rajungan atau buruh migran Indonesia.
Lihat Juga :