Wall Street Berakhir Melemah Usai The Fed Jaga Suku Bunga Tetap Stabil
Kamis, 21 September 2023 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
"Namun hal ini bukanlah sebuah peristiwa yang tidak terduga, karena pasar mengambil tindakan dengan tenang. Hari ini telah menjadi perhatian utama sepanjang bulan ini dan sekarang kita dapat melewatinya,” tambah Detrick.
Proyeksi yang diperbarui melihat tingkat target dana Fed turun tipis menjadi 5,1% pada akhir tahun depan, dan menjadi 3,9% pada akhir tahun 2025. Sejak The Fed mulai melakukan pengetatan pada bulan Maret, inflasi inti telah mereda. Namun penurunan perlahan menuju target bank sentral sebesar 2% berjalan lambat dan tidak merata.
SEP memperkirakan inflasi akan turun menjadi 3,3% pada akhir tahun, dan mendekati target rata-rata tahunan bank sentral sebesar 2%.
Pada konferensi pers berikutnya, Ketua Fed Jerome Powell mempertegas proyeksi ekonomi yang lebih baik dengan memperingatkan bahwa perjalanan inflasi masih panjang sebelum mencapai target tersebut.
Di antara 11 sektor utama S&P 500, layanan komunikasi sensitif suku bunga (.SPLRCL) dan teknologi (.SPLRCT) mengalami persentase kerugian terbesar. Volume di bursa AS tercatat mencapai 9,73 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,07 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Proyeksi yang diperbarui melihat tingkat target dana Fed turun tipis menjadi 5,1% pada akhir tahun depan, dan menjadi 3,9% pada akhir tahun 2025. Sejak The Fed mulai melakukan pengetatan pada bulan Maret, inflasi inti telah mereda. Namun penurunan perlahan menuju target bank sentral sebesar 2% berjalan lambat dan tidak merata.
SEP memperkirakan inflasi akan turun menjadi 3,3% pada akhir tahun, dan mendekati target rata-rata tahunan bank sentral sebesar 2%.
Pada konferensi pers berikutnya, Ketua Fed Jerome Powell mempertegas proyeksi ekonomi yang lebih baik dengan memperingatkan bahwa perjalanan inflasi masih panjang sebelum mencapai target tersebut.
Di antara 11 sektor utama S&P 500, layanan komunikasi sensitif suku bunga (.SPLRCL) dan teknologi (.SPLRCT) mengalami persentase kerugian terbesar. Volume di bursa AS tercatat mencapai 9,73 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,07 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
(akr)
Lihat Juga :