Lippo Karawaci Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
Selasa, 26 September 2023 - 14:07 WIB
loading...
LPKR berkomitmen melakukan pengelolaan limbah secara terintegrasi. Termasuk aktivitas daur ulang di kawasan perkotaan dan properti yang dikelolanya. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen melakukan pengelolaan limbah secara terintegrasi. Termasuk aktivitas daur ulang di kawasan perkotaan dan properti yang dikelolanya.
LPKR juga bekerja sama dengan pihak ketiga dalam daur ulang limbah. Secara paralel, LPKR mempercepat upaya daur ulang limbah melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki visi serupa untuk melakukan program dan kampanye daur ulang. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan sebanyak mungkin limbah dari tempat pembuangan sampah. Baca juga: Raih Pendapatan Rp14,8 Triliun, LPKR Angkat Kembali Direksi dan Komisaris
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, LPKR berkomitmen menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Pengelolaan limbah sangat penting mengingat volume limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional bisnis, serta aktivitas pelanggan dan penyewa.
”Pendekatan LPKR terhadap pengelolaan limbah mencakup memaksimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi timbulan limbah, dan meningkatkan tingkat daur ulang untuk mendukung ekonomi sirkuler,” katanya dalam siaran pers, Selasa (26/9/2023).
Pada 2022, LPKR mampu mengalihkan 1.435 ton sampah dari seluruh unit bisnis. Siloam Hospitals , khususnya, telah memperluas upaya daur ulangnya seiring semakin banyaknya rumah sakit yang meningkatkan operasinya. Yakni dari 6 rumah sakit pada 2021 menjadi 19 rumah sakit di 2022.
LPKR juga berkomitmen menggandakan total limbah yang dialihkan menjadi 2.800 ton pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, LPKR mengembangkan rencana keterlibatan yang lebih sistematis dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh rantai pasok perseroan.
Dalam proses penanganan limbah anorganik, LPKR mengumpulkan limbah rumah tangga yang dapat didaur ulang di sebagian besar properti, seperti plastik, kertas, karton, aluminium, dan botol kaca. LPKR juga telah memulai studi untuk mengukur limbah minyak jelantah (UCO) dan mengeksplorasi daur ulang UCO dengan beberapa penyewa utama.
LPKR juga bekerja sama dengan pihak ketiga dalam daur ulang limbah. Secara paralel, LPKR mempercepat upaya daur ulang limbah melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki visi serupa untuk melakukan program dan kampanye daur ulang. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan sebanyak mungkin limbah dari tempat pembuangan sampah. Baca juga: Raih Pendapatan Rp14,8 Triliun, LPKR Angkat Kembali Direksi dan Komisaris
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, LPKR berkomitmen menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Pengelolaan limbah sangat penting mengingat volume limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional bisnis, serta aktivitas pelanggan dan penyewa.
”Pendekatan LPKR terhadap pengelolaan limbah mencakup memaksimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi timbulan limbah, dan meningkatkan tingkat daur ulang untuk mendukung ekonomi sirkuler,” katanya dalam siaran pers, Selasa (26/9/2023).
Pada 2022, LPKR mampu mengalihkan 1.435 ton sampah dari seluruh unit bisnis. Siloam Hospitals , khususnya, telah memperluas upaya daur ulangnya seiring semakin banyaknya rumah sakit yang meningkatkan operasinya. Yakni dari 6 rumah sakit pada 2021 menjadi 19 rumah sakit di 2022.
LPKR juga berkomitmen menggandakan total limbah yang dialihkan menjadi 2.800 ton pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, LPKR mengembangkan rencana keterlibatan yang lebih sistematis dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh rantai pasok perseroan.
Dalam proses penanganan limbah anorganik, LPKR mengumpulkan limbah rumah tangga yang dapat didaur ulang di sebagian besar properti, seperti plastik, kertas, karton, aluminium, dan botol kaca. LPKR juga telah memulai studi untuk mengukur limbah minyak jelantah (UCO) dan mengeksplorasi daur ulang UCO dengan beberapa penyewa utama.
Lihat Juga :