Relaksasi PSBB, Kunjungan Wisman Juni 2020 Mulai Menggeliat Capai 160,3 Ribu
Senin, 03 Agustus 2020 - 12:05 WIB
loading...
Wisatawan menikmati pemandangan di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu (1/8/2020). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/wsj
A
A
A
JAKARTA - Langkah pemerintah melakukan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memicu geliat transportasi dan perjalanan wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini terlihat dari kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Juni 2020 yang sebanyak 160,3 ribu kunjungan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) , capaian kunjungan wisman Juni 2020 tersebut turun 2,06% dibanding bulan sebelumnya dan turun 88,82% dibanding Juni 2019.
"Memang pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa dalam terhadap kunjungan wisman. (Dampak) ini sudah terjadi sejak Februari dan recovery mungkin butuh waktu panjang," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers virtual, Senin (3/8/2020).
Suhariyanto menambahkan, secara kumulatif Januari-Juni 2020, kunjungan wisman mencapai 3,08 juta atau turun 59,96% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 7,72 juta kunjungan.
Sementara itu menurut pintu kedatangan, lanjut dia, jika biasanya kunjungan wisman terbanyak melalui bandara Ngurah Rai, pada Juni 2020 bandara Soekarno-Hatta berada di urutan teratas. Hal ini tampak dari jumlah wisman yang naik 130,13% dibanding Mei 2020. (Baca juga: Bali Kembali Dibuka, Pariwisata Juga Menyangkut Penyelamatan Ekonomi )
"Kenaikan ini menunjukkan dengan adanya relaksasi PSBB, wisman mulai berdatangan meskipun posisinya masih jauh dari normal. Sebagai catatan pada Juni 2019 wisman masuk via Soekarno-Hatta sebanyak 190.000," ungkapnya.
Sementara itu menurut asal kebangsaan, wisman asal Timor Leste mendominasi sebanyak 51,5%, disusul Malaysia. Jika dibandingkan secara tahunan (dibanding Juni 2019), kata Suhariyanto, kunjungan wisman semuanya masih negatif. Namun, jika dilihat pergerakan bulanan (dibanding Mei 2020), ada kenaikan wisman misalnya asal Prancis, Meksiko, Selandia baru.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) , capaian kunjungan wisman Juni 2020 tersebut turun 2,06% dibanding bulan sebelumnya dan turun 88,82% dibanding Juni 2019.
"Memang pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa dalam terhadap kunjungan wisman. (Dampak) ini sudah terjadi sejak Februari dan recovery mungkin butuh waktu panjang," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers virtual, Senin (3/8/2020).
Suhariyanto menambahkan, secara kumulatif Januari-Juni 2020, kunjungan wisman mencapai 3,08 juta atau turun 59,96% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 7,72 juta kunjungan.
Sementara itu menurut pintu kedatangan, lanjut dia, jika biasanya kunjungan wisman terbanyak melalui bandara Ngurah Rai, pada Juni 2020 bandara Soekarno-Hatta berada di urutan teratas. Hal ini tampak dari jumlah wisman yang naik 130,13% dibanding Mei 2020. (Baca juga: Bali Kembali Dibuka, Pariwisata Juga Menyangkut Penyelamatan Ekonomi )
"Kenaikan ini menunjukkan dengan adanya relaksasi PSBB, wisman mulai berdatangan meskipun posisinya masih jauh dari normal. Sebagai catatan pada Juni 2019 wisman masuk via Soekarno-Hatta sebanyak 190.000," ungkapnya.
Sementara itu menurut asal kebangsaan, wisman asal Timor Leste mendominasi sebanyak 51,5%, disusul Malaysia. Jika dibandingkan secara tahunan (dibanding Juni 2019), kata Suhariyanto, kunjungan wisman semuanya masih negatif. Namun, jika dilihat pergerakan bulanan (dibanding Mei 2020), ada kenaikan wisman misalnya asal Prancis, Meksiko, Selandia baru.
Lihat Juga :