Miliarder Rusia Berharta Rp38,5 T Sebut Sanksi Barat Tak Akan Hentikan Perang Ukraina

Rabu, 27 September 2023 - 08:11 WIB
loading...
Miliarder Rusia Berharta...
Oligarki, Oleg Deripaska mengatakan, Rusia telah mampu melewati serangkaian sanksi Barat yang dijatuhkan sebagai respons atas perang Ukraina. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Oligarki, Oleg Deripaska mengatakan, Rusia telah mampu melewati serangkaian sanksi Barat yang dijatuhkan sebagai respons atas invasi ke Ukraina. Miliarder asal Rusia itu juga memperingatkan, harapan Barat bahwa sanksi ekonomi bisa mengakhiri perang Ukraina atau memicu perubahan rezim dipastikan bakal gagal.

Baca Juga: Miliarder Rusia Memperingatkan Kremlin Bisa Kehabisan Uang Tahun Depan

Presiden Rusia, Vladimir Putin menopang ekonomi USD2,1 triliun untuk perang Ukraina yang panjang dan telah berulang kali mengatakan bahwa Barat sudah gagal melumpuhkan Rusia. Dimana ekonomi Rusia diperkirakan akan tumbuh 2,8% tahun ini dan 2,3% untuk tahun depan.

Baca Juga: Raup Cuan Besar dari Rusia, Perusahaan Barat Untung Rp275,8 Triliun

Harapan Barat memicu krisis ekonomi Rusia disebut tidak tercapai, ketika eksportir minyak terbesar kedua di dunia itu tidak mengalami kesulitan menjual minyaknya di pasar global. Sementara perdagangan Moskow justru sedang booming dengan China, dan dengan beberapa negara lainnya.

"Saya terkejut bahwa bisnis swasta bisa sangat fleksibel. Saya kurang lebih yakin bahwa hingga 30 persen ekonomi akan runtuh, tetapi itu jauh lebih sedikit," kata Deripaska, seorang taipan berusia 55 tahun, kepada FT.

Alasan Rusia mampu bertahan dari sanksi Barat, menurut Deripaska yakni disebabkan oleh kekayaan sumber daya alam Rusia yang membuatnya terlalu menarik bagi banyak orang untuk ditinggalkan, termasuk China dan beberapa negara-negara lainnya.

Dikatakan juga oleh Deripaska, bahwa harapan Barat menggunakan sanksi untuk mengubah para pemimpin Rusia, tidak berjalan sesuai rencana.

Sejak invasi ke Ukraina dimulai pada 24 Februari, Deripaska sendiri telah dikenai sanksi oleh Inggris karena dugaan hubungannya dengan Putin. Sejak saat itu, Dia telah menempuh jalur hukum demi membatalkan sanksi.

"Percaya bahwa sanksi akan menghentikan (perang) atau menciptakan perubahan rezim atau entah bagaimana membuat kita lebih dekat dengan akhir konflik. . . Tidak akan berhasil. Kita perlu memiliki solusi lain," katanya seperti dikutip oleh FT.

Deripaska, yang belajar fisika di Universitas Moskow, kemudian beralih ke perdagangan logam ketika Uni Soviet runtuh, menghasilkan banyak uang dengan membeli saham di pabrik aluminium.

Dia mendirikan RUSAL, yang menyatukan industri aluminium Soviet menjadi satu holding, pada tahun 2000. Pada peringkat Forbes versi Rusia tahun ini, Deripaska menyandang gelar sebagai orang terkaya ke-54 Rusia dengan kekayaan diperkirakan mencapai USD2,5 miliar setara Rp38,5 triliun (Kurs Rp15.400 per USD).

Diketahui Deripaska masih memiliki sebagian Rusal melalui sahamnya di induk perusahaan yaitu En+ Group. Dia meragukan sanksi Barat, yang disebutnya sebagai alat abad ke-20, akan berfungsi sebagai senjata ajaib di dunia global.

"Saya selalu meragukan Wunderwaffe ini, seperti yang biasa dikatakan orang Jerman, tentang sanksi – mempersenjatai sistem keuangan sebagai semacam alat untuk bernegosiasi," kata Deripaska.

"Ya, ada pengeluaran perang dan semua subsidi semacam ini serta dukungan pemerintah, tetapi tetap saja perlambatan yang terjadi sangat rendah. Ekonomi swasta menemukan jalannya untuk tetap beroperasi dan melakukannya dengan sukses," bebernya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved