Mengintip Krisis Properti China: Terbelit Utang Rp180.000 Triliun hingga 3 Miliar Apartemen Hantu
Kamis, 28 September 2023 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Financial Review, pada 25 Agustus 2023 melaporkan, properti telah menjadi pendorong utama perekonomian China sejak negara tersebut membuka pasarnya dan mengadopsi kapitalisme pada tahun 1980an di bawah kepemimpinan mantan pemimpin Deng Xiaoping. Sebelumnya, warga negara China tidak memiliki hak atas tanah dan biasanya ditampung oleh majikan.
Booming properti dimulai pada tahun 1998 ketika China mengizinkan warganya untuk membeli dan menjual apartemen. Pada saat yang sama, terjadi migrasi massal dari pedesaan ke kota-kota besar sehingga menyebababkan permintaan properti yang tinggi. Pemerintah daerah tiba-tiba memperoleh keuntungan dari penjualan tanah dan mendorong pengembangan properti.
Seperti warga Australia, banyak warga China yang terobsesi dengan properti karena banyaknya kekayaan yang mereka peroleh di masa lalu seiring dengan melonjaknya harga properti. Apartemen kecil di kota-kota seperti Shanghai tiba-tiba bernilai sama dengan apartemen di Sydney, London atau New York meskipun upah rata-rata di kota-kota tersebut jauh di bawah upah rata-rata di negara-negara maju.
China merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan rumah terbesar di dunia. Data pemerintah menunjukkan angka ini mencapai 90% pada tahun 2020, dan properti menyumbang 70% kekayaan rumah tangga China.
Baca juga: Putri Ariani Terhenti di Top 4 AGT 2023, Simon Cowell Terkejut!
Harga properti kemudian naik lebih dari enam kali dalam 15 tahun. Pada puncaknya, properti menyumbang 25% PDB China pada tahun 2020.
Booming properti dimulai pada tahun 1998 ketika China mengizinkan warganya untuk membeli dan menjual apartemen. Pada saat yang sama, terjadi migrasi massal dari pedesaan ke kota-kota besar sehingga menyebababkan permintaan properti yang tinggi. Pemerintah daerah tiba-tiba memperoleh keuntungan dari penjualan tanah dan mendorong pengembangan properti.
Seperti warga Australia, banyak warga China yang terobsesi dengan properti karena banyaknya kekayaan yang mereka peroleh di masa lalu seiring dengan melonjaknya harga properti. Apartemen kecil di kota-kota seperti Shanghai tiba-tiba bernilai sama dengan apartemen di Sydney, London atau New York meskipun upah rata-rata di kota-kota tersebut jauh di bawah upah rata-rata di negara-negara maju.
China merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan rumah terbesar di dunia. Data pemerintah menunjukkan angka ini mencapai 90% pada tahun 2020, dan properti menyumbang 70% kekayaan rumah tangga China.
Baca juga: Putri Ariani Terhenti di Top 4 AGT 2023, Simon Cowell Terkejut!
Harga properti kemudian naik lebih dari enam kali dalam 15 tahun. Pada puncaknya, properti menyumbang 25% PDB China pada tahun 2020.
(uka)
Lihat Juga :