Rusia Perpanjang Pembatasan Transfer Uang ke Luar Negeri
Jum'at, 29 September 2023 - 11:42 WIB
loading...
Bank sentral Rusia telah memperpanjang pembatasan transfer uang ke luar negeri oleh warga asing yang berasal dari negara-negara tidak bersahabat. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Bank sentral Rusia telah memperpanjang pembatasan transfer uang ke luar negeri oleh warga asing yang berasal dari negara-negara tidak bersahabat. Kebijakan pembatasan transfer bakal diperpanjang selama enam bulan yang dimulai sejak 1 Oktober 2023, mendatang.
Menurut pernyataan dari Bank Rusia , pembatasan akan berlaku untuk transfer dari rekening individu maupun perusahaan. "Keputusan ini dibuat untuk menjaga stabilitas keuangan," jelas bank sentral.
Baca Juga: Miliarder Rusia Berharta Rp38,5 T Sebut Sanksi Barat Tak Akan Hentikan Perang Ukraina
Bank Rusia awalnya memperkenalkan pembatasan pada April 2022, lalu. Larangan itu terakhir diperpanjang pada bulan Maret tahun ini. Di bawah keputusan pemerintah, pembayaran harus ditransfer ke rekening bank khusus dalam rubel - yang disebut akun tipe-C - dan dilarang dikirim ke luar negeri tanpa izin khusus.
Baca Juga: Raup Cuan Besar dari Rusia, Perusahaan Barat Untung Rp275,8 Triliun
Penduduk dan bukan penduduk dari negara-negara ramah – yaitu mereka yang tidak ikut menerapkan sanksi Barat – diizinkan untuk mentransfer maksimum USD1 juta per bulan ke luar negeri. Untuk sistem transfer uang, jumlahnya dibatasi hingga USD10.000.
Bagi Individu non-residen yang bekerja di Rusia, baik dari negara-negara 'ramah' atau 'tidak ramah', diizinkan untuk mentransfer dana ke luar negeri sesuai dengan jumlah gaji bulanan mereka.
Rusia membekukan aset deposit internasional tahun lalu sebagai tanggapan atas penyitaan dana negaranya oleh lembaga keuangan Barat. Moskow memblokir aset senilai USD2,3 miliar milik Euroclear Belgia dan lembaga kliring Clearstream Luksemburg, menurut laporan keuangan dari Euroclear dan Deutsche Borse Group.
Menurut pernyataan dari Bank Rusia , pembatasan akan berlaku untuk transfer dari rekening individu maupun perusahaan. "Keputusan ini dibuat untuk menjaga stabilitas keuangan," jelas bank sentral.
Baca Juga: Miliarder Rusia Berharta Rp38,5 T Sebut Sanksi Barat Tak Akan Hentikan Perang Ukraina
Bank Rusia awalnya memperkenalkan pembatasan pada April 2022, lalu. Larangan itu terakhir diperpanjang pada bulan Maret tahun ini. Di bawah keputusan pemerintah, pembayaran harus ditransfer ke rekening bank khusus dalam rubel - yang disebut akun tipe-C - dan dilarang dikirim ke luar negeri tanpa izin khusus.
Baca Juga: Raup Cuan Besar dari Rusia, Perusahaan Barat Untung Rp275,8 Triliun
Penduduk dan bukan penduduk dari negara-negara ramah – yaitu mereka yang tidak ikut menerapkan sanksi Barat – diizinkan untuk mentransfer maksimum USD1 juta per bulan ke luar negeri. Untuk sistem transfer uang, jumlahnya dibatasi hingga USD10.000.
Bagi Individu non-residen yang bekerja di Rusia, baik dari negara-negara 'ramah' atau 'tidak ramah', diizinkan untuk mentransfer dana ke luar negeri sesuai dengan jumlah gaji bulanan mereka.
Rusia membekukan aset deposit internasional tahun lalu sebagai tanggapan atas penyitaan dana negaranya oleh lembaga keuangan Barat. Moskow memblokir aset senilai USD2,3 miliar milik Euroclear Belgia dan lembaga kliring Clearstream Luksemburg, menurut laporan keuangan dari Euroclear dan Deutsche Borse Group.
(akr)
Lihat Juga :