Ungkap Hasil Investigasi Terbaru, AdaKami Akan Tindak Tegas Penagih Utangnya
Jum'at, 29 September 2023 - 16:24 WIB
loading...
Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega Jr (kiri). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Platform pinjaman online (pinjol) AdaKami menyampaikan hasil investigasi terbarunya terkait salah satu nasabah yang diduga bunuh diri karena mendapatkan teror dari petugas penagih utang. Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega Jr, mengungkap, masih belum mendapatkan laporan identitas korban.
Baca juga: AdaKami Masih Telusuri Identitas Nasabahnya yang Diduga Bunuh Diri
"Kami masih terus melanjutkan koordinasi dengan pihak kepolisian," kata Bernardino dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (29/9/2023).
Kondisi itu membuat AdaKami belum dapat memastikan kebenaran apakah korban merupakan nasabah AdaKami atau bukan. Dalam penanganan kejadian ini, AdaKami juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengumpulkan informasi.
“AdaKami masih terbuka untuk menerima informasi dari masyarakat mengenai identitas korban yang diberitakan viral,” ujar Bernardino.
Di samping itu, dari hasil investigasi hingga saat ini AdaKami telah menerima 36 pengaduan nasabah terkait proses penagihan yang berhubungan dengan pemesanan fiktif terhadap beberapa jasa layanan masyarakat. Seluruh pengaduan nasabah diperoleh melalui data layanan konsumen AdaKami, terkait proses penagihan yang berhubungan dengan pemesanan ojek online, pemadam kebakaran, ambulan dan jasa sedot WC.
Baca juga: AdaKami Masih Telusuri Identitas Nasabahnya yang Diduga Bunuh Diri
"Kami masih terus melanjutkan koordinasi dengan pihak kepolisian," kata Bernardino dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (29/9/2023).
Kondisi itu membuat AdaKami belum dapat memastikan kebenaran apakah korban merupakan nasabah AdaKami atau bukan. Dalam penanganan kejadian ini, AdaKami juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengumpulkan informasi.
“AdaKami masih terbuka untuk menerima informasi dari masyarakat mengenai identitas korban yang diberitakan viral,” ujar Bernardino.
Di samping itu, dari hasil investigasi hingga saat ini AdaKami telah menerima 36 pengaduan nasabah terkait proses penagihan yang berhubungan dengan pemesanan fiktif terhadap beberapa jasa layanan masyarakat. Seluruh pengaduan nasabah diperoleh melalui data layanan konsumen AdaKami, terkait proses penagihan yang berhubungan dengan pemesanan ojek online, pemadam kebakaran, ambulan dan jasa sedot WC.
Lihat Juga :