Meneropong Ancaman Perlambatan Ekonomi China Terhadap Indonesia
Senin, 02 Oktober 2023 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Tingkat inflasi ini melandai dari bulan Maret 2023 yang sebesar 0,7% yoy. Sementara PMI Manufaktur China pada April 2023 jatuh ke 49,2 pada April 2023, atau menurun dari 51,6 pada Maret 2023.
Perlambatan Negeri Tirai Bambu -julukan China- bisa merembet ke Indonesia, mengingat eratnya hubungan dagang kedua negara. Dalam hal perdagangan, China merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia.
Pada tahun 2022, nilai ekspor Indonesia ke China mencakup 22,6% dari total ekspor Indonesia. Begitu juga dengan nilai impor Indonesia dari China mencakup 28,5% dari total impor.
Melemahnya perekonomian China juga menjadi perhatian serius oleh Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani. Dimana penurunan 1% ekonomi China dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 0,3%-0,6%.
Meski begitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyakini kinerja ekonomi domestik masih tahan dari gejolak eksternal, termasuk perlambatan ekonomi China.
"Memang kita melihat ada risiko dari perlambatan pertumbuhan ekonomi China meski sudah melakukan reopening perekonomiannya, ini juga kita lihat bagaimana PMI manufaktur China masih dalam zona kontraksi," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (11/8).
Kinerja PMI manufaktur China masih dalam zona kontraksi dengan indeks di bawah 50, selama empat bulan terakhir, meski mulai ada tanda-tanda perbaikan. Meski demikian, dampak perlambatan di China itu terhadap Indonesia menurut Febrio masih 'terukur'.
Perlambatan Negeri Tirai Bambu -julukan China- bisa merembet ke Indonesia, mengingat eratnya hubungan dagang kedua negara. Dalam hal perdagangan, China merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia.
Pada tahun 2022, nilai ekspor Indonesia ke China mencakup 22,6% dari total ekspor Indonesia. Begitu juga dengan nilai impor Indonesia dari China mencakup 28,5% dari total impor.
Melemahnya perekonomian China juga menjadi perhatian serius oleh Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani. Dimana penurunan 1% ekonomi China dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 0,3%-0,6%.
Meski begitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyakini kinerja ekonomi domestik masih tahan dari gejolak eksternal, termasuk perlambatan ekonomi China.
"Memang kita melihat ada risiko dari perlambatan pertumbuhan ekonomi China meski sudah melakukan reopening perekonomiannya, ini juga kita lihat bagaimana PMI manufaktur China masih dalam zona kontraksi," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (11/8).
Kinerja PMI manufaktur China masih dalam zona kontraksi dengan indeks di bawah 50, selama empat bulan terakhir, meski mulai ada tanda-tanda perbaikan. Meski demikian, dampak perlambatan di China itu terhadap Indonesia menurut Febrio masih 'terukur'.
Lihat Juga :