Digitalisasi Bikin Kinerja Pupuk Kaltim Kian Subur

Senin, 03 Agustus 2020 - 18:46 WIB
loading...
Digitalisasi Bikin Kinerja...
Dirut PT Pupuk Kaltim Bakir Pasaman. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Langkah PT Pupuk Kaltim , anak usaha PT Pupuk Indonesia, yang melakukan penerapan digitalisasi dengan menempatkan teknologi informasi (TI) sebagai transformer ternyata merupakan strategi jitu. Dengan digitalisasi itu, perusahaan yang berada di bawah komando Bakir Pasaman ini sukses menghadirkan berbagai inovasi yang mampu mendongkrak kinerja dan efisensi perusahaan."Seluruh inovasi yang digagas mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja perusahaan yang sejalan dengan konsep industri 4.0," kata Bakir dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/08/2020).

Kinerja produksi dan penjualan Pupuk Kaltim pada 2019 sesuai dengan target yang ditetapkan, malah untuk sektor produksi melampui target. Produksi urea mencapai 104% dari target dan produksi amoniak mencapai 102% dari target. Begitu juga dengan kinerja penjualan yang berjalan dengan baik, mencapai 100% untuk penjualan urea.Meski kinerja produksi meningkat, Pupuk Kaltim tak asal genjot produksi tanpa memerhatikan kualitas produk. Perusahaan sangat memegang komitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sesuai standar yang ditetapkan. ( Baca juga:Kemendikbud Berikan Bantuan Uang Kuliah pada Mahasiswa Terdampak COVID-19 )"Terbukti dengan produk-produk perusahaan yang telah diakui kualitas atau mutunya," ucap BakirPeningkatan kualitas produk Pupuk Kaltim bisa dilihat dari berbagai penghargaan yang disabet perusahaan. Pada 2019, Pupuk Kaltim meraih Appreciation for Maintaining Grand Platinum (tertinggi) dalam ajang SNI Awards 2019, yang digelar oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) di Jakarta pada 20 November 2019.“Penghargaan ini menjadi kebanggaan karena pada 2016 Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih predikat Platinum,” terang Bakir.Tidak hanya skala nasional, di kancah industri pupuk global, Pupuk Kaltim meraih Gold Medal dalam ajang International Fertilizer Association (IFA) Industry Stewardship Champions di Versailles, Prancis pada November 2019. Tentu saja, penghargaan ini juga menjadi kebanggan sebab pada 2016, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikat IFA Protect and Sustain.“Melalui penghargaan ini, Pupuk Kaltim mensejajarkan posisi dengan perusahaan kelas dunia,” ungkap Bakir Pasaman.Capaian yang telah diraih oleh Pupuk Kaltim membuktikan, sebagai produsen urea terbesar di Indonesia perusahaan mampu berperan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional. Pupuk Kaltim juga dapat melakukan pembenahan dengan menekankan inovasi serta efisiensi di segala bidang.Tak sampai di situ, pada 2019 Pupuk Kaltim meraih KPI kategori Baik dengan tingkat Kesehatan Perusahaan kategori Sehat AA. Pupuk Kaltim juga mencapai kinerja unggul sesuai kriteria Baldridge Excellence Framework (BEF) dengan skor 692, sesuai kinerja perusahaan pada level Industry Leader.

“Capaian ini untuk mengetahui posisi kinerja perusahaan melalui penilaian yang dilakukan secara fair,” tutup Bakir Pasaman.Sementara di bidang TI, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih penghargaan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dari Kementerian Perindustrian RI pada 15 April 2019, atas dukungan terhadap implementasi Making Indonesia 4.0.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Rudy Susmanto Raih Penghargaan...
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Bergengsi dalam Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
Rekomendasi
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Berita Terkini
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved