Dolar AS Sentuh Level Tertinggi, Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp15.580
Selasa, 03 Oktober 2023 - 15:55 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/10/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/10/2023), turun 50 poin ke level Rp15.580 dari penutupan sebelumnya di Rp15.530.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS mencapai level tertinggi dalam 11 bulan hari ini, mendorong yen semakin dekat ke zona intervensi potensial, setelah data ekonomi AS yang kuat mendukung pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
"Manufaktur AS mengambil langkah lebih jauh menuju pemulihan pada bulan September karena produksi meningkat dan lapangan kerja pulih, menurut survei pada hari Senin yang juga menunjukkan harga input yang dibayarkan oleh pabrik turun drastis," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (3/10/2023).
Baca Juga: Digempur Sentimen Obligasi AS dan Harga Minyak, Rupiah Hari Ini Kian Terkapar di Rp15.520
Sejumlah data ekonomi AS yang kuat selama beberapa pekan terakhir telah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kenaikan suku bunganya untuk jangka waktu yang lebih lama, dan beberapa pembuat kebijakan memperingatkan risiko pengetatan lebih lanjut jika inflasi tidak terus melambat seperti yang diperkirakan. Imbal hasil Treasury AS juga memberi dorongan pada dolar, melonjak karena rilis data yang optimis, serta kesepakatan di menit-menit terakhir yang mencegah penutupan pemerintah.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS mencapai level tertinggi dalam 11 bulan hari ini, mendorong yen semakin dekat ke zona intervensi potensial, setelah data ekonomi AS yang kuat mendukung pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
"Manufaktur AS mengambil langkah lebih jauh menuju pemulihan pada bulan September karena produksi meningkat dan lapangan kerja pulih, menurut survei pada hari Senin yang juga menunjukkan harga input yang dibayarkan oleh pabrik turun drastis," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (3/10/2023).
Baca Juga: Digempur Sentimen Obligasi AS dan Harga Minyak, Rupiah Hari Ini Kian Terkapar di Rp15.520
Sejumlah data ekonomi AS yang kuat selama beberapa pekan terakhir telah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kenaikan suku bunganya untuk jangka waktu yang lebih lama, dan beberapa pembuat kebijakan memperingatkan risiko pengetatan lebih lanjut jika inflasi tidak terus melambat seperti yang diperkirakan. Imbal hasil Treasury AS juga memberi dorongan pada dolar, melonjak karena rilis data yang optimis, serta kesepakatan di menit-menit terakhir yang mencegah penutupan pemerintah.
Lihat Juga :