Sanksi Barat Bikin Rusia Terlepas dari Sakitnya Ekonomi Global

Rabu, 04 Oktober 2023 - 00:16 WIB
loading...
Sanksi Barat Bikin Rusia...
Sanksi Barat telah memaksa Rusia untuk merestrukturisasi ekonominya dan mengarahkan kembali ke pasar yang berkembang pesat di Asia. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Sanksi Barat telah memaksa Rusia untuk merestrukturisasi ekonominya dan mengarahkan kembali ke pasar yang berkembang pesat di Asia. Hal ini disampaikan oleh penasihat Kremlin, Maksim Oreshkin beberapa waktu lalu di Forum Keuangan Moskow.

Baca Juga: Batas Harga Minyak Rusia Tak Berjalan Sesuai Rencana, Begini Respons Washington

Menurutnya pergeseran tersebut justru membuat Rusia menuju bagian yang sehar dari ekonomi dunia , serta memungkinkan pemulihan Rusia menjadi lebih berkelanjutan. Baca Juga: Miliarder Rusia Berharta Rp38,5 T Sebut Sanksi Barat Tak Akan Hentikan Perang Ukraina

"Negara ini juga dapat memenuhi tujuannya di berbagai bidang, mulai dari pertahanan dan keamanan hingga kemajuan teknologi dan pengembangan pendidikan," tambahnya seperti dikutip dari RT.

"Faktanya, apa yang telah kami lakukan selama satu setengah tahun terakhir adalah reformasi struktural yang sangat besar. Reformasi struktural yang mengubah ekonomi Rusia, fokusnya adalah meninggalkan dari bagian dari ekonomi global yang sakit menuju yang sehat," kata Oreshkin.

Ia juga mencatat, bahwa perubahan sedang berlangsung dan pada titik-titik tertentu sangat menyakitkan, lantaran negara itu dihadapkan pada banyak tantangan sekaligus. Termasuk di antaranya, reorientasi sistem logistik dan menciptakan mekanisme pembayaran baru.

Namun tanpa gelombang sanksi Barat dan perubahan yang mereka bawa, Rusia menurut Oreshkin, mungkin masih dilanda kekhawatiran soal krisis yang menerpa negara-negara Barat. Ali-alih mendapatkan manfaat lewat kerja sama dengan salah satu pertumbuhan tercepat di Asia seperti India dan China.

"Jika kita masih seperti di masa lalu, kita sekarang akan duduk-duduk membahas resesi Jerman dan betapa buruknya bagi kita. Atau bahwa Amerika tidak dapat mengatasi ketidakstabilan sektor keuangannya. Jauh lebih penting bagi kami sekarang bahwa ekonomi China meningkat 6,5% pada kuartal kedua dan ekonomi India tumbuh 7,8%," katanya.

Produk domestik bruto Rusia pada tahun lalu tercatat menyusut 2,1% di tengah pembatasan ekonomi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat, hal itu menurut statistik resmi dari Rosstat. Namun, pada akhir 2023, Kementerian Keuangan memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh sebesar 2,5%.

Selama setahun terakhir, Moskow secara bertahap memperkuat hubungan perdagangan dengan mitra di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Rusia sendiri telah menjadi pemasok minyak terbesar ke India dan China, dan sekarang menjadi pemasok emas teratas buat Uni Emirate Arab atau UEA.

Awal bulan ini, Presiden Vladimir Putin mengatakan, bahwa ekonomi telah sepenuhnya pulih dari penurunan tahun lalu, mencatat bahwa PDB telah mencapai tingkatan sebelum sanksi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
Takut Rusia, Negara-negara...
Takut Rusia, Negara-negara NATO Mundur dari Perjanjian Ranjau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved