Inovasi Digital Jadi Kunci Sukses Pos Indonesia Salurkan Bansos

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 15:58 WIB
loading...
Inovasi Digital Jadi...
PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penyaluran Bansos Sembako dan PKH di Denpasar, Bali. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penyaluran Bansos Sembako dan PKH di Denpasar, Bali, pada awal Oktober 2023. Penyaluran ini jadi rangkaian dari penyaluran Bansos Sembako dan PKH triwulan III 2023, yang diamanahkan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Pos Indonesia.

Penyaluran Bansos Sembako dan PKH di Denpasar, secara kelaeluruhan berjalan lancar. Hal ini berkat persiapan dan perencanaan matang yang dilakukan Pos Indonesia, sehingga bansos tersebut bisa tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Secara umum, penyaluran sembako di sini berjalan lancar. Teman-teman melakukan persiapan dari mulai proses pengumpulan data, pemilahan data, mengatur penjadwalan, pemberitahuan pembagian kepada KPM melalui desa atau kelurahan," kata Executive General Manager Kantorpos KCU Denpasar, Hendri Lasmana melalui siaran pers, Jumat (6/10/2023).

Baca Juga: Salurkan Bansos Door to Door, Pemerintah Apresiasi Pos Indonesia

Dalam menjalani tugas tersebut, Pos Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Petugas Pos Indonesia harus masuk ke beberapa lokasi yang sulit dijangkau, untuk memastikan Bansos Sembako dan PKH terdistribusikan kepada KPM.

Namun, kendala tersebut tak membuat pihak Pos Indonesia patah arang. Bahkan, Hendri memastikan pihaknya mampu mengatasi permasalahan itu. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan kepala desa setempat.

"Ada beberapa titik wilayah yang sulit dijangkau. Tapi, teman-teman bisa melakukan itu dengan berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Apalagi, untuk warga masyarakat lansia, difabel, atau mereka yang sudah tidak memungkinkan datang, kami akan mengantarkan langsung. Jadi, kami berkoordinasi juga dengan desa berdasarkan hasil pembayaran," tutur Hendri.

Pos Indonesia menggunakan tiga metode dalam menyalurkan bansos sembako dan PKH. Mulai dari metode penyaluran di Kantorpos, metode penyaluran melalui komunitas, dan metode penyaluran door to door alias mengantarkan bantuan langsung ke rumah KPM.

Khusus metode door to door, dibutuhkan kinerja ekstra. Para petugas harus berkoordinasi dengan kepala desa untuk mengetahui kondisi para KPM yang dinilai tidak memungkinkan untuk mengambil bantuan di Kantorpos ataupun melalui komunitas.

"Kami melihat data, atau kami menerima informasi mengenai KPM-KPM yang tidak bisa mengambil dan kami simpan. Kemudian, kami berkoordinasi dengan desa. Dari informasi desa, kami menuju lokasi KPM. Memang ketika kami menuju lokasi KPM, ada yang benar-benar dalam kondisi tidak memungkinkan dan sakit," jelas Hendri.

Dalam penyaluran bansos secara door to door, ada dua teknologi yang digunakan untuk memvalidasi data dan lokasi KPM. Pertama adalah teknologi geotagging untuk menandai lokasi rumah KPM. Kemudian, ada teknologi face recognition, yaitu memotret wajah dan rumah KPM untuk memastikan bahwa penerima manfaat sudah sesuai data dari Kementerian Sosial.

Berkat kedua teknologi tersebut penyaluran bansos bisa berjalan dengan baik. Bahkan, bermanfaat untuk penyaluran bansos berikutnya.

"Kami bekerja sama dengan Kemensos untuk melakukan geotagging. Melalui geotagging, kami mengetahui penerima bansos dikategorikan layak atau tidak. Jadi sudah dilakukan secara sistem, teman-teman datang ke lokasi untuk foto rumah KPM. Dari data-data tersebut, Kemensos melakukan evaluasi terhadap KPM. Di situlah data disesuaikan setiap saat," kata Hendri.

Ke depannya, Hendri memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar terus melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Termasuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial selanjutnya.

"Harapan kami ke depannya, proses pembayaran bansos ini bisa terus dilakukan Pos Indonesia. Kami juga melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanan. Baik secara sistem di kantor pusat maupun secara proses pembayaran, kami lakukan terus perbaikan," tuturnya.

Kisah petugas saat antar bantuan kepada KPM

Tantangan juga dirasakan juru bayar Kantorpos KCU Denpasar, Pandi, saat mengantarkan bansos ke rumah KPM. Bahkan, ia mengaku pernah dikejar anjing dalam perjalanannya menuju rumah KPM.

"Ceritanya banyak sekali. Ada yang rumahnya jauh, kemudian harus masuk banyak gang. Saya pernah masuk ke jalan melewati gang. Dan di Bali banyak anjing. Kadang kita suka dikejar anjing.," ujar Pandi.

Namun, tantangan-tantangan tersebut tak membuat Pandi patah arang. Ia tetap menyelesaikan tugasnya, agar KPM bisa menikmati bantuan.

"Karena ini amanah, tugas dari pemerintah, jadi mau tidak mau kita harus jalani," tuturnya.

Pandi juga bercerita dirinya selalu menemukan tantangan selama mengabdikan diri sebagai juru bayar. Namun, ia justru mengaku senang bisa mendapat banyak pengalaman ketika mengalami tantangan tersebut.

"Terus terang untuk menambah pengalaman. Saya juga jadi banyak tahu daerah saat saya mengantarkan bantuan ke rumah-rumah KPM," kata Pandi.

Selain tantangan mencari lokasi rumah KPM, Pandi juga tak menampik ada tantangan lain yakni mengenai jaringan internet. Ia mengaku pernah menemukan wilayah yang sulit mendapatkan sinyal sehingga membuat penyimpanan data KPM melalui aplikasi tidak bisa dilakukan online.

Namun, hal tersebut juga bisa diatasi karena kecanggihan teknologi yang digunakan Pos Indonesia dalam aplikasi tersebut. Berkat kecanggihan tersebut, pengumpulan data pun tetap bisa dilakukan secara offline.

"Saya pernah ke daerah Badung untuk membagikan bantuan. Sebelumnya, saya survei dulu untuk memastikan bagaimana kondisi sinyal di sana. Ternyata saya diberi tahu bahwa kondisi di sana susah sinyal. Jadi kami pakai sistem mode offline. Kami tetap bisa foto dan disimpan offline dan nanti sampai kantor baru kita naikkan datanya," tutur Pandi.

Apresiasi dari Kepala Dusun Banjar Tauman

Program penyaluran bansos sembako dan PKH Kemensos melalui Pos Indonesia mendapat apresiasi dari Kepala Dusun Banjar Tauman, Desa Kekeran, I Made Sunarto. Ia senang melihat Pos Indonesia mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam menyalurkan bantuan.

"Saya kira sangat baik dan luar biasa dalam penyalurannya. Pos bekerja dengan baik dan melakukan pelayanannya juga baik," kata Sunarto.

Sunarto mengaku tidak ada kesulitan ketika membantu Pos membagikan bansos tersebut. Ia juga mendampingi saat pembagian berlangsung. Baik melalui komunitas maupun metode door to door.

"Prosesnya pertama kita mengarahkan penerima untuk kumpul di kantor desa. Nanti petugas Pos memberikan bantuan tersebut dengan menerapkan antrean," tambahnya. "Ada juga yang dibagikan ke rumahnya langsung. Saya mendampingi mereka dalam pembagian bantuannya," papar Sunarto.

Baca Juga: Direktur Bisnis Jaskeu PT Pos Indonesia Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden

Rasa syukur pun diungkapkan salah satu KPM, Ni Nyoman Mustini. Baginya, bantuan ini sangat bermanfaat untuk menambah kebutuhan sehari-harinya. "Uangnya dipakai untuk keperluan anak sekolah. Sisana dipakai buat beli sembako lain," kata Mustini.

Ia juga senang karena mendapat pelayanan yang baik dari Pos Indonesia. Bahkan, bantuan tersebut dibagikan secara utuh. "Pengambilannya mudah dan tidak mendapat potongan. Pelayanannya baik. Saya berterima kasih kepada Pos memberikan saya bantuan," kata Mustini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Digital Innovation Awards...
Digital Innovation Awards 2026 jadi Bukti Kekuatan Transformasi, Ini Daftar Pemenangnya
Astranauts 2026, Akselerasi...
Astranauts 2026, Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Perkuat Ekonomi
Inovasi Digital, BRI...
Inovasi Digital, BRI Life Hadirkan Asuransi MODI
Lepas Jabatan Direktur...
Lepas Jabatan Direktur Transjakarta, Daud Joseph Didapuk jadi Dirut PT Pos Indonesia
Sabet Digital Innovation...
Sabet Digital Innovation Awards 2026, Tegaskan Peran Finpay dalam Ekosistem Pembayaran
Soroti Penyaluran Bansos...
Soroti Penyaluran Bansos di Tengah Inflasi, Selly Gantina: Perkuat Fungsi Kemensos
Melalui PosIND Pemerintah...
Melalui PosIND Pemerintah Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Alam di Pidie Jaya
Cetak Inovator Digital...
Cetak Inovator Digital Muda Indonesia, Timedoor Academy Gelar Young Coders World Cup 2025
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved