Wall Street Berakhir Merayap Naik Dibayangi Memanasnya Konflik Timur Tengah

Selasa, 10 Oktober 2023 - 08:42 WIB
loading...
A A A
Akibatnya investor tampaknya kembali fokus pada hal-hal yang lebih berpusat pada Amerika Serikat (AS), kata John Augustine, kepala investasi di Huntington National Bank di Columbus, Ohio.

“Pasar saham dan investor fokus pada dua hal, perekonomian dan pendapatan. Perekonomian AS tidak melambat dan pendapatan diperkirakan akan keluar dari resesi dengan laporan mulai minggu ini,” kata Augustine.

"Fundamental-fundamental tersebut lebih kuat di pasar dibandingkan dengan berita utama geopolitik yang buruk pada akhir pekan. Sama seperti saat laporan pekerjaan yang kuat dibandingkan kekhawatiran terhadap The Fed pada hari Jumat."

Lonjakan imbal hasil Treasury AS baru-baru ini telah menekan ekuitas. Tekanan tersebut mereda karena kenaikan iShares Core 10+ tahun obligasi AS Exchange Traded Fund (ETF) dan iShares 20+ tahun Treasury bond ETF (TLT.O) menunjukkan bahwa imbal hasil bisa turun pada hari Selasa.

Sementara itu, para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang baru-baru ini, yang secara langsung mempengaruhi biaya pembiayaan rumah tangga dan bisnis, dapat mengarahkan The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendeknya lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Rekor! Terdapat 771.000...
Rekor! Terdapat 771.000 Tunawisma di Seluruh Amerika Serikat
Lama Dimanja Belanja...
Lama Dimanja Belanja Online, Konsumen AS Kembali Padati Toko Fisik
Rekomendasi
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved