Festival Indonesia di Melbourne Pererat Kerja Sama Dagang, Investasi, dan Pariwisata Indonesia-Australia

Rabu, 11 Oktober 2023 - 13:22 WIB
loading...
Festival Indonesia di...
Kerja sama bisnis dan perdagangan Indonesia-Australia terus ditingkatkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Forum bisnis dengan tema "Starting the Conversation on Indonesia’s Sustainable Economy" telah diselenggarakan pada 6 Oktober 2023 di Conversation Quarter, State Library Victoria, Melbourne, Australia . Acara yang dihadiri pemangku kebijakan dan para pelaku usaha yang berdomisili di Australia fokus membahas mengenai kerja sama dagang , investasi, dan pariwisata kedua negara dengan fokus pada pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis yang berkelanjutan. Forum bisnis merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Indonesia di Melbourne pada 6-8 Oktober 2023.

Baca juga: Massa Pro-Palestina di Australia dan AS Rayakan Serangan Hamas terhadap Israel

Hadir sebagai pembicara dan panelis pada Forum Bisnis yaitu Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani Mustafa, Direktur the Indonesian Investment Promotion Centre (IIPC) di Sydney Haryo Yudho Sadewo, Lead Adviser Market Integration Katalis Dr. David Mitchell, Founder Terratai Matt Leggett, dan Co-Founder Ladang Lima Annisa Pratiwi.

Siswo Pramono menekankan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan dan antar-pemerintah Indonesia dan Australia dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf menyampaikan kebijakan Pemerintah Indonesia yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Kebijakan ini menjawab tantangan mitigasi perubahan iklim serta pelibatan masyarakat dalam pengembangan kualitas destinasi wisata.

Direktur IIPC menyampaikan bahwa Pemerintah Inonesia telah menetapkan target proporsi energi terbarukan menjadi 31% pada tahun 2050 dari target saat ini yaitu 23% pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan yang tinggi untuk investasi di sektor energi terbarukan. Sejalan dengan itu, Pemerintah Indonesia juga tengah membangun ekosistem yang kondusif untuk peningkatan penggunaan moda transportasi berbasis listrik.

Lead Adviser Market Integration Katalis menekankan pentingnya peningkatan investasi yang lebih besar lagi di sektor bisnis dengan semangat ekonomi yang berkelanjutan. Investasi model ini, ujar David Mitchell, akan berdampak pada keuntungan berkesinambungan dalam jangka waktu yang lebih lama. Dalam kaitan ini, Matt Leggett berpandangan bahwa penting bagi semua pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui UMKM.

“Hidrogen dan energi terbarukan berperan penting dalam proses transisi ke arah ekonomi berkelanjutan, namun sektor ini masih belum siap. Untuk sementara, cara terefektif adalah dengan memperbaiki dan melindungi hutan tropis beserta keanekaragaman hayati di dalamnya,” tegas Matt dikutip Rabu (11/10/2023).

Forum bisnis ini dihadiri pelaku usaha di Australia yang berminat untuk melakukan kerja sama bisnis dan investasi dengan pelaku usaha dari Indonesia. Untuk mendukung kegiatan ini, FI 2023 juga memfasilitasi pertemuan langsung para pelaku bisnis kedua negara melalui forum B2B Matchmaking secara pararel di tempat sama. Pada kegiatan B2B ini, Bukapalak menjajaki kerja sama dengan Seleraindo, salah satu perusahan produsen bumbu cepat saji makanan tradisional Indonesia yang berlokasi di Australia.

Kegiatan Forum Bisnis ini diikuti dengan sesi one-on-one antara pebisnis Australia dengan IIPC Sydney. Dalam kesempatan ini, 4 perusahaan/individu mendapat kesempatan menjajaki peluang investasi di Indonesia, antara lain Simbl (Teknologi Daur Ulang), Hewitt & Co (Investment Banking), Internship International (Pendidikan), dan James Henshall (Riset).

Ron Blankenforth, dari Indigenous Business Australia (IBA) mengaku terkesan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung ekonomi berkelanjutan. Namun demikian, Ron juga mengingatkan agar Indonesia secara konsisten harus terus membangun perubahan paradigma ekonomi berkelanjutan di masyarakat dan memitigasi tantangan politik dan social yang menyertainya.

Konsul Jenderal RI di Melbourne Kuncoro Wasesom berharap kegiatan ini dapat menjadi landasan yang kuat bagi program-program konkret di bidang ekonomi yang berkelanjutan Indonesia dan Australia.

Baca juga: Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi, Letusan Capai 800 Meter

FI 2023 diselenggarakan oleh Festival Indonesia Incorporated bekerja sama dengan Konsulat Jenderal RI di Melbourne dengan dukungan aktif dari komunitas Indonesia di Melbourne. FI 2023 juga didukung oleh Garuda Indonesia, Xendit, IIPC Sydney, Kabo Lawyers, Indomie, Batik Air, Integrity Lawyers serta Atase Perdagangan RI di Canberra dan Indonesian Culinary Asssociation in Victoria (ICAV).

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Rekomendasi
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved