Ancaman Inflasi Global, IMF Menyoroti Perang Israel-Hamas hingga Perlambatan China
Kamis, 12 Oktober 2023 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Sementara inflasi global telah mencapai puncaknya secara headline – yang mencakup harga energi dan pangan yang bergejolak – lonjakan harga minyak global sebagai respons terhadap perang Israel-Hamas mengancam untuk menyalakan kembali inflasi utama jika kenaikan harga terus berlanjut.
Risikonya adalah lonjakan harga minyak bisa meresap ke dalam apa yang disebut inflasi inti. Brooks memberikan catatan, bahwa aturan praktis tentang bagaimana harga minyak berdampak pada inflasi adalah bahwa kenaikan 10% dalam harga minyak yang berkelanjutan akan diterjemahkan ke dalam inflasi di tingkat global mencapai 0,4.
Hal itu akan menambah risiko inflasi utama, dimna Brooks mengatakan, perubahan iklim kini juga telah menjadi masalah ekonomi makro.
"Ini benar-benar mengejutkan dalam berapa banyak kasus yang diterangkan dalam proyeksi kami, karena banjir atau kekeringan atau sekali lagi, peristiwa terkait cuaca," katanya.
"Ini adalah risiko khusus dalam hal harga pangan dan ketahanan pangan. Pada tahap siklus inflasi ini, tentu tidak akan membantu dalam putaran kenaikan harga," paparnya.
Risiko besar lain yang dilihat IMF terhadap ekonomi global adalah perlambatan ekonomi China, ketika Negeri berjuluk Tirai Bambu itu sedang menghadapi krisis sektor properti. IMF menurunkan proyeksi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut sebesar 0,2% tahun ini menjadi 5% dan 0,3% tahun depan menjadi 4,2%.
Risikonya adalah lonjakan harga minyak bisa meresap ke dalam apa yang disebut inflasi inti. Brooks memberikan catatan, bahwa aturan praktis tentang bagaimana harga minyak berdampak pada inflasi adalah bahwa kenaikan 10% dalam harga minyak yang berkelanjutan akan diterjemahkan ke dalam inflasi di tingkat global mencapai 0,4.
Hal itu akan menambah risiko inflasi utama, dimna Brooks mengatakan, perubahan iklim kini juga telah menjadi masalah ekonomi makro.
"Ini benar-benar mengejutkan dalam berapa banyak kasus yang diterangkan dalam proyeksi kami, karena banjir atau kekeringan atau sekali lagi, peristiwa terkait cuaca," katanya.
"Ini adalah risiko khusus dalam hal harga pangan dan ketahanan pangan. Pada tahap siklus inflasi ini, tentu tidak akan membantu dalam putaran kenaikan harga," paparnya.
Risiko besar lain yang dilihat IMF terhadap ekonomi global adalah perlambatan ekonomi China, ketika Negeri berjuluk Tirai Bambu itu sedang menghadapi krisis sektor properti. IMF menurunkan proyeksi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut sebesar 0,2% tahun ini menjadi 5% dan 0,3% tahun depan menjadi 4,2%.
Lihat Juga :