Ramalan Ekonomi RI Minus 4,72% di Kuartal II, Awasi Perdagangan dan Manufaktur

Rabu, 05 Agustus 2020 - 06:34 WIB
loading...
Ramalan Ekonomi RI Minus...
Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -4,72% (year on year/yoy), dimana ekonom memperingatkan sektor-sektor dari sisi produksi akan menurun signfikan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -4,72% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat 2,97% yoy. Ditambah konsumsi pemerintah diperkirakan melambat tipis sekitar -1,55% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat 8,2% yoy.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -4,72% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat 2,97% yoy," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

(Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Minus 4-6%, Pengusaha: Jangan Sampai Resesi! )

Dia melanjutkan konsumsi pemerintah diperkirakan melambat tipis sekitar -1,55% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat 8,2% yoy seiring dengan realisasi laju pertumbuhan belanja Kementerian atau Lembaga (K/L) yang tercatat melambat menjadi -2,9% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,9%yoy.

"Surplus neraca perdagangan pada kuartal II 2020 dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada komponen PDB di kuartal II 2020 diperkirakan cenderung meningkat dibandingkan net ekspor pada kuartal kedua 2019. Dimana laju impor non-migas pada kuartal II-2020 tercatat terkontraksi -16,5% yoy sementara ekspor non-migas tercatat terkontraksi -11,3% yoy," ungkapnya.

(Baca Juga: Diambang Resesi, Agus Martowardojo: Obatnya Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan )

Sementara dari sisi produksi, secara umum mengalami perlambatan terindikasi dari laju penerimaan pajak PPh pada kuartal II 2020 yang tercatat terkontraksi -16,7% yoy. Sektor-sektor dari sisi produksi yang diperkirakan menurun signfikan dan bahkan diperkirakan terkontraksi antara lain sektor perdagangan dan manufaktur.

"Sebagian besar sektor ekonomi lainnya secara umum juga diperkirakan mengalami penurunan signifikan mengingat dampak PSBB sejak awal kuartal II-2020 terasa signfikan sehingga terjadi penurunan produktivitas serta penurunan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dalam Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved