Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda

Senin, 23 Oktober 2023 - 14:48 WIB
loading...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Rupiah masih berpeluang turun hingga akhir tahun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini, Senin (23/10/2023), terpantau semakin tertekan. Pada pukul 13.00 WIB, rupiah turun 0,46% atau 74,5 poin ke Rp15.947 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Terus Merosot Tajam hingga Tembus Rp15.838/USD, Masih Amankah?

Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengatakan, dari kondisi nilai tukar yang melemah, rupiah sebenarnya cenderung berada dalam tren yang menurun. "Kalau kita bandingkan kondisi di 2020 dan kita bandingkan kondisi pada saat 2022, volatilitas rupiah mengalami tren yang menurun sampai dengan saat ini," ujar Josua, Senin (23/10/2023).

Meski hingga akhir Oktober 2023 rupiah diprediksi masih akan berada dalam tekanan, ada beberapa cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Salah satunya adalah mengurangi impor bahan baku dan impor pangan.

"Tentunya, kita berharap peningkatan produktivitas nasional terlebih dahulu, sehingga kita menggerakkan kembali produktivitas dari sektor-sektor ekonomi kita," imbuhnya.

Josua juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia terkait dengan local currency transaction (LCT). Transaksi ekspor-impor dengan menggunakan mata uang lokal dan juga transaksi investasi juga dengan mata uang lokal. Ditambah lagi, antar-QR crossborder ini pun membuka payment di antara kawasan Asia.

"Jadi tentunya ini bisa mengurangi ketergantungan dan terutama lagi rupiah kita bisa lebih resilien," ungkap Josua.

Josua melihat resiliensi nilai rupiah sejauh ini cukup baik, karena keseimbangan eksternalnya diperkuat dengan penguatan current account balance. Hilirisasi juga harus terus didorong, seperti produksi baterai mobil listrik alumunium bisa dilakukan di dalam negeri sehingga meningkatkan current account balance.

Pelemahan rupiah masih tergantung pada faktor eksternal, yaitu kondisi global saat ini. Konflik Israel-Hamas yang semakin memanas meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini menyebabkan risiko higher-for-longer atau suku bunga tinggi lebih lama akan meningkat. Ruang kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral AS Federal Reserve masih akan terbuka di sisa tahun ini.

Menurut Josua, rupiah lebih banyak butuh sokongan sentimen fundamental sehingga bisa membuat mata uang ini menguat lagi. Namun, sentimen itu akan diadu dengan sentimen di luar, jika kalah maka rupiah tetap melemah.

Baca juga: 7 Drama Korea Romantis Rating Tinggi 9,0+ di MyDramaList

"Tapi dengan faktor sentimen tadi, dua dari tensi geopolitik dan juga ketidakpastian dari arah suku bunga AS, sehingga sentimennya akhirnya berpengaruh pada pelemahan rupiah," pungkas Josua.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Infografis
Hamas Tangkap Warga...
Hamas Tangkap Warga Palestina yang Jadi Mata-mata Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved