Ekonomi RI Ambyar Minus 5,32%, Pemerintah Harus Ngapain?

Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:42 WIB
loading...
Ekonomi RI Ambyar Minus...
Ekonomi RI resmi minus 5,32%. Foto/Dok/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 terkontraksi minus 5,32% Melihat hal ini, Ekonom Bank BCA, David Sumual mengatakan pemerintah harus menggenjot lebih banyak anggaran belanja. Hal ini agar daya beli masyarakat tinggi dan bisa membuat pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga mengalami postif.

"Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini harus menjadi perhatian pemerintah dikarenakan agar kuartal ketiga bisa tumbuh postif dan negatif makanya belanja pemerintah terus didorong agar mendongkrak daya beli konsumsi masyarakat," ujar David saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Pengumuman! Ekonomi RI Resmi Minus 5,32% di Kuartal II/2020

Dia melanjutkan penerapan PSBB di berbagai daerah di Indonesia telah menahan aktivitas perekonomian, salah satunya menahan konsumsi rumah tangga. "Kalau dilihat kan yang parah penurunan ada di Mei ketika PSBB terjadi di berbagai daerah nah itu transaksi nasional drop seperempat," jelasnya.

Dilain sisi, Ekonom INDEF Tauhid Ahmad mengungkapkan kontraksi ekonomi yang minus 5,35% ini membuat pemerintah harus melakukan strategi baru untuk menekan dampak yang lebih besar. Salah satunya, program bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah sudah cukup baik, hanya saja kurang tepat sasaran. "Yang paling penting itu bansos yang diberikan harus dilakukan segera kalau saat ini jika bansos digulirkan dan belanja pemerintah naik ini bisa menunjukkan perekonomian Indonesia bisa pulih sedikit,"tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Berita Terkini
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved