Pengumuman! Ekonomi Indonesia Resmi Minus 5,32% di Kuartal II/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:36 WIB
loading...
Ekonomi RI resmi minus 5,32%. Foto/Dok/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pademi virus corona menunjukkankan imbasnya pada perekonomian nasional. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 mencapai minus 5,32% "Pada triwulan kedua mengalami minus kontraksi minus 5,32%," kata Suhariyanto dalam video virtual, Selasa (4/8/2020).
Baca Juga: Data-data Ini Mengindikasikan Ekonomi RI Hanya Mampu Tumbuh Minus
Menurut dia, angka tersebut jauh di bawah target pemerintah yang memproyeksi pertumbuhan mencapai 5,08%. Dia mengatakan perekonomian mengalami kontraksi dalam sehingga tumbuh jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih mencapai 2,97% sedangkan pada kuartal kedua tahun 2019 mencapai 5,05%. "Kontraksi ini lebih dalam pertumbuhan ekonomi kita,"jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Minus 4-6%, Pengusaha: Jangan Sampai Resesi!
Dia menandaskan saat ini pemrintah berupaya agar denyut ekonomi tetap berjalan. Hal ini bukanlah persoalan yang gampang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi padaada kuartal II/2020. Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini di kuartal II dikarenakan angka penularan virus corona yang terus memburuk. "Jadi pada triwulan kedua ini mengalami kontraksi," jelasnya
Baca Juga: Data-data Ini Mengindikasikan Ekonomi RI Hanya Mampu Tumbuh Minus
Menurut dia, angka tersebut jauh di bawah target pemerintah yang memproyeksi pertumbuhan mencapai 5,08%. Dia mengatakan perekonomian mengalami kontraksi dalam sehingga tumbuh jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih mencapai 2,97% sedangkan pada kuartal kedua tahun 2019 mencapai 5,05%. "Kontraksi ini lebih dalam pertumbuhan ekonomi kita,"jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Minus 4-6%, Pengusaha: Jangan Sampai Resesi!
Dia menandaskan saat ini pemrintah berupaya agar denyut ekonomi tetap berjalan. Hal ini bukanlah persoalan yang gampang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi padaada kuartal II/2020. Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini di kuartal II dikarenakan angka penularan virus corona yang terus memburuk. "Jadi pada triwulan kedua ini mengalami kontraksi," jelasnya
(nng)
Lihat Juga :