Sri Mulyani: APBN Surplus Rp67,7 Triliun per September 2023
Rabu, 25 Oktober 2023 - 15:51 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2023 terjaga positif untuk mendorong pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial. Adapun APBN mengalami surplus per September 2023.
"Surplus APBN per September 2023 mencapai Rp67,7 triliun atau 0,32% dari PDB," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Rabu (25/10/2023).
Baca Juga: Jokowi: Sri Mulyani Masih Senyum Berarti Kas Negara Aman
Dia mengatakan terkait pendapatan mencapai Rp2.035,6 triliun per September 2023 atau 82,6% dari target yang telah ditetapkan dalam APBN. Angka tersebut tumbuh 3,1% secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Dari sisi belanja negara, kita sudah membelanjakan Rp1.967,9 triliun atau setara 64,3% dari total pagu anggaran 2023," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Rupiah Babak Belur Hampir Rp16.000, Sri Mulyani Kasih Respons Begini
Dia mengatakan belanja negara naik 2,8% secara tahunan jika dibandingkan dengan total belanja negara posisi September tahun lalu. "Keseimbangan primer tercatat sebesar Rp389,7 triliun," jelasnya.
"Surplus APBN per September 2023 mencapai Rp67,7 triliun atau 0,32% dari PDB," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Rabu (25/10/2023).
Baca Juga: Jokowi: Sri Mulyani Masih Senyum Berarti Kas Negara Aman
Dia mengatakan terkait pendapatan mencapai Rp2.035,6 triliun per September 2023 atau 82,6% dari target yang telah ditetapkan dalam APBN. Angka tersebut tumbuh 3,1% secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Dari sisi belanja negara, kita sudah membelanjakan Rp1.967,9 triliun atau setara 64,3% dari total pagu anggaran 2023," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Rupiah Babak Belur Hampir Rp16.000, Sri Mulyani Kasih Respons Begini
Dia mengatakan belanja negara naik 2,8% secara tahunan jika dibandingkan dengan total belanja negara posisi September tahun lalu. "Keseimbangan primer tercatat sebesar Rp389,7 triliun," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :