Gara-gara Infrastruktur dan Hunian, Indonesia Kehilangan hingga 2,4 Juta Ton Gabah

Kamis, 26 Oktober 2023 - 14:24 WIB
loading...
Gara-gara Infrastruktur...
Pembangunan hunian, jalan tol, dan kawasan industri menggerus luas lahan pertanian. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian ATR/BPN , Andi Renald, mengatakan saat ini wilayah pertanian mulai terdampak alih fungsi lahan akibat proyek infrastruktur dan investasi.

Baca juga: Sertifikasi Tanah Wakaf Meningkat, Wamen ATR/BPN: Berkat Program PTSL Presiden Jokowi

Andi menjelaskan, fenomena alih fungsi lahan pertanian itu menurutnya paling banyak terjadi di wilayah penyangga kota. Misalnya Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Ada banyak penyebab alih fungsi lahan. Kita tahu bahwa lahan tidak bertambah, sementara manusia dan penduduk semakin bertambah. Kemudian ada pengembangan kota, kemudian ada faktor investasi, itu faktor memengaruhi luasan lahan sawah," kata Andi dalam Market Review IDXChannel, Kamis (26/10/2023).

Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi kawasan industri hasil investasi ataupun hunian dan proyek infrastruktur bakal berdampak pada produktivitas pertanian. Di satu sisi, pertumbuhan populasi artinya kebutuhan pangan pun bakal meningkat.

Berdasarkan data BPS tahun 2021, alih fungsi lahan sawah nasional bervariasi antara 60.000-80.000 hektare per tahun. Jika indek panen padi yang beralih fungsi antara 2,5-3% dengan produktivitas rata-rata 6 ton gabah kering giling/hektare, maka dalam lima tahun lahan sawah yang beralih fungsi antara 300.000-400.000 hektare dengan kehilangan hasil padi mencapai 1,8 juta ton-2.4 juta ton GKG.

BPS juga mencatat rata-rata konsumsi beras per kapita dalam sebulan di Indonesia sebesar 6,81 kilogram (kg) pada September 2022. Jumlahnya meningkat 2,25% dibandingkan pada Maret 2022 yang sebanyak 6,66 kg per kapita dalam sebulan.

Apabila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, konsumsi beras di Indonesia juga meningkat 0,89%. Pada September 2021, rata-rata konsumsi beras di dalam negeri sebanyak 6,75 kg per kapita dalam sebulan.

"Kalau di perkotaan seperti Jabodetabek, paling banyak (alih fungsi lahan) di kabupaten Bekasi, di sana industri tumbuh, kemudian ada proyek infrastruktur yang menggerus lahan sawah," lanjutnya.

Andi melanjutkan alih fungsi lahan paling banyak terjadi untuk kebutuhan invetasi. Baik untuk pembangunan pabrik-pabrik baru, maupun proyek infrastruktur hingga perumahan oleh para pengembang.

Baca juga: Rumah Ketua KPK Firli Bahuri Digeledah Ditkrimsus Polda Metro Jaya

"Bahwa fenomena banyak terjadi di wilayah penyangga kota, seperti Bekasi, di sana terbesar perubahan alih fungsi lahan, karena pengaruh industri dan perubahan tata ruang dan permintaan permukiman," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Berita Terkini
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved