Ganjar Sebut Kepastian Hukum Jadi Kunci Tingkatkan Penerimaan Pajak

Kamis, 26 Oktober 2023 - 14:34 WIB
loading...
Ganjar Sebut Kepastian...
Calon Presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan kepastian hukum jadi kunci meningkatkan penerimaan pajak. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa salah satu faktor kunci dalam upaya meningkatkan pendapatan negara melalui rasio pajak pajak dan penerapan kepastian dalam penegakan hukum terhadap pengusaha dan investor.

"Bicara pendapatan negara, maka kita bicara tentang pajak. Kuncinya adalah penegakan hukum," ujar Ganjar dalam acara ‘11th US-Indonesia Investment Summit Mapping the Legacy’ di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (24/10/2023).

Ganjar menyoroti bahwa salah satu elemen kunci dalam meningkatkan pendapatan negara melalui pajak adalah memberikan kepastian dalam penegakan hukum terhadap pengusaha dan investor.

Rasio Pajak di Indonesia

Selain itu, Ganjar menilai rasio pajak di Indonesia saat ini masih rendah, dan untuk meningkatkannya, langkah yang dapat diambil adalah mempermudah investor dan pengusaha dalam memenuhi kewajiban pajak mereka kepada negara.

Ia mengatakan, "Rasio pajak kita masih terlalu lemah, dan kita perlu untuk memastikan bahwa presiden memiliki dashboard khusus untuk pendapatan negara. Hal ini menjadi perhatian bersama bagi kita saat ini." lanjutnya.

Baca Juga: Sambil Santap Bubur Ayam, Ganjar Diskusi Kebhinekaan Bareng Uskup Mgr Vincensius

Pada 2022, data menunjukkan bahwa rasio pajak Indonesia hanya mencapai 10,4 persen, angka yang berada di bawah rata-rata global sekitar 13,5 persen. Dalam konteks regional ASEAN, Indonesia juga tertinggal dalam hal rasio pajak.

Penegakan Hukum Bukan Menakuti Wajib Pajak

Selanjutnya, Ganjar Pranowo menyoroti bahwa pemerintah tidak seharusnya menggunakan taktik menakut-nakuti wajib pajak. Dirinya menilai menakut-nakuti masyarakat atas pajak malah mendorong mereka untuk mengabaikan kewajibannya.

"Orang mau bayar pajak kadang sulit atau takut, ini sesuatu yang mesti menjadi perhatian bersama," ucap Ganjar.
Ganjar juga menyoroti permasalahan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki dampak signifikan terhadap penerimaan pajak negara.

"Tentu masih banyak potensi pendapatan kita umpama dari state own bisnis kita ya, dari BUMN.” Lanjutnya.

Ia berpendapat bahwa dengan langkah-langkah ini, dapat diciptakan kepastian hukum yang dibutuhkan bagi pengusaha dan investor. Dengan demikian, diharapkan pendapatan negara dari pajak dapat meningkat.

Baca Juga: 5 Gaya Fashionable Siti Atikoh Istri Ganjar Pranowo

Secara singkat, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya upaya konkret untuk memastikan bahwa pajak menjadi instrumen yang lebih efektif. Beberapa caranya adalah peningkatan rasio pajak, tidak mengintimidasi wajib pajak, dan dengan fokus pada penegakan hukum dan integritas.

US-Indonesia Investment Summit 2023

Ganjar Pranowo diundang sebagai pembicara dalam US-Indonesia Investment Summit 2023 yang menampilkan berbagai pelaku bisnis, pengamat ekonomi, serta kementerian terkait. Topik yang dibahas meliputi keberhasilan Presiden Jokowi dalam kebijakan ekonomi dan tantangan ekonomi yang belum terselesaikan. Dalam konteks acara ini, AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce juga akan merilis Laporan Investasi 2023
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seberapa Kaya Robert...
Seberapa Kaya Robert F. Kennedy Jr? Capres Independen AS Penantang Trump dan Harris
Menkeu Blak-Blakan Soal...
Menkeu Blak-Blakan Soal Siklus Penyusunan APBN 2024 di Sidang MK
Sri Mulyani Jadi Saksi...
Sri Mulyani Jadi Saksi Sengketa Pilpres di MK Jumat 5 April 2024
Sri Mulyani Siap Penuhi...
Sri Mulyani Siap Penuhi Panggilan MK Soal Sidang Sengketa Pilpres 2024
Harta Trump Melesat...
Harta Trump Melesat Tembus Rp102 T, Masuk 500 Orang Terkaya di Dunia
Anggaran Pemilu Sudah...
Anggaran Pemilu Sudah Cair Nyaris Rp50 Triliun, Terbesar Mengalir ke KPU dan Bawaslu
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Rekomendasi
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
FBI Sebut TikTok Jadi...
FBI Sebut TikTok Jadi Masalah Keamanan Nasional AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved