Kontraktor Pertahanan Jerman Ketiban Durian Runtuh Rp3,2 Triliun di Tengah Perang Ukraina

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 15:55 WIB
loading...
A A A
Rheinmetall memproyeksikan, laba kuartal ketiga bakal mencapai 191 juta euro atau USD201,89 juta yang setara Rp3,2 triliun (Kurs Rp15.883/USD), dimana angka tersebut di atas perkiraan konsensus 165,4 juta euro, dan margin laba operasi 10,9% dibandingkan dengan konsensus 9,4%, mengutip skala ekonomi dari peningkatan volume.

Raksasa pembuat senjata asal Jerman itu menegaskan, perkiraan penjualan setahun penuh akan senilai 7,4 miliar hingga 7,6 miliar euro (senilai Rp127,4 triliun), dengan margin laba operasi sekitar 12%. Untuk pertama kalinya, hasil itu termasuk dari kontribusi pembuat amunisi Spanyol yang baru saja diakuisisi, Expal.

"Laba operasi yang jauh lebih tinggi dari perkiraan disebabkan oleh dinamika pasar yang kuat dalam bisnis teknologi keamanan – terutama di divisi Senjata dan Amunisi," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

Kontraktor pertahanan telah menuai keuntungan tidak terduga ketika negara-negara Uni Eropa berebut memasok Ukraina, dalam memperkuat pertahanannya melawan Rusia, dan mengisi kembali stok amunisi yang dibiarkan berkurang sejak Perang Dingin.

Beberapa sistem andalan Rheinmetall telah dikerahkan di Ukraina, sementara negara-negara tetangga telah mengisi kembali sistem senjata yang telah mereka sumbangkan ke tetangga timur mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Rekomendasi
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Spanyol Lolos ke Final...
Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Prancis 2-0
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved