Mengintip Perkembangan Adopsi Aset Kripto di Tengah Lonjakan Harga

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 12:10 WIB
loading...
Mengintip Perkembangan...
Meningkatnya harga BTC diprediksi akan menggairahkan kembali adopsi investor crypto di Indonesia untuk berinvestasi pada aset digital ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pasar crypto kembali mencuri perhatian masyarakat. Setelah kurang lebih satu tahun lamanya mengalami fase bear market yang membuat harga Bitcoin (BTC) dan aset crypto lainnya melemah, awal pekan ini BTC mulai menampilkan performa positifnya.

Baca Juga: Jabarkan Kekuatan Bitcoin ETF dan Pengaruhnya di Pasar Kripto

Harga BTC merangkak naik hingga lebih dari 70% year-to-date (YTD) yang didorong berbagai sentimen positif salah satunya berita mengenai Security Exchange Commission (SEC) yang menyetujui Exchange-traded Fund (ETF) Bitcoin. Meningkatnya harga BTC diprediksi akan menggairahkan kembali adopsi investor crypto di Indonesia untuk berinvestasi pada aset digital ini.

Dalam gelaran Indonesia Bitcoin Conference 2023 bertajuk Breaking the Barriers – Bitcoin Adoption in Indonesia yang diadakan di Bali, Head of Community PINTU, Jonathan Hartono berbicara mengenai bagaimana perkembangan adopsi aset crypto di Indonesia di tengah peningkatan harga-harga aset crypto dan peran penting edukasi bagi masyarakat.

“Sebagai bursa crypto yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) PINTU memiliki komitmen untuk memberikan edukasi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada aset crypto. Komitmen tersebut kami wujudkan melalui penyediaan platform edukasi yaitu Pintu Academy dan Pintu News yang bisa diakses secara gratis melalui aplikasi atau website Pintu Kami juga aktif melakukan perjalanan ke puluhan kampus di Indonesia untuk mengedukasi mengenai crypto dan teknologi blockchain,” ujar Jonathan.

Baca Juga: Platform Pertukaran Aset Kripto Jadi Pintu Gerbang Pengembangan Ekonomi Digital

PINTU aktif dalam mengedukasi komunitas, salah satunya dengan melakukan safari edukasi ke puluhan universitas, di antaranya, Universitas Udayana Bali (UNUD), Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Petra Surabaya, Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Parahyangan (UNPAR), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Indonesia (UI), Trisakti School of Management (TSM), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) dan belasan universitas lainnya.

“Lebih dari 1500 peserta dari berbagai universitas telah mengikuti sesi edukasi dari kami. Mayoritas dari peserta yang hadir adalah investor pemula yang ingin berinvestasi pada aset crypto namun menemukan barriers atau hambatan utamanya mengenai jumlah dana yang bisa diinvestasikan," sambungnya.

"Begitu melihat harga BTC yang nilainya mencapai ratusan juta lebih, banyak pemula yang terintimidasi dengan harga tersebut. Peran kami mengedukasi ke mereka bahwa dengan aplikasi PINTU cukup memiliki uang Rp11 ribu sudah bisa berinvestasi pada aset crypto. Selain itu, regulasi yang baik yang menciptakan sinergitas kuat antara pelaku usaha, regulator, dan masyarakat juga turut menembus hambatan yang dialami untuk meningkatkan adopsi crypto di Indonesia,” ungkap Jonathan.

Berdasarkan laporan dari Chainalysis berjudul the 2023 Global Crypto Adoption Index: Central & Southern Asia Are Leading the Way in Grassroots Crypto Adoption, dalam hal indeks adopsi crypto, Indonesia naik dari posisi 20 di tahun 2022 ke posisi 7 pada kuartal I-2023.

“Kami memahami pendidikan adalah kunci di segala kondisi pasar dan berbagai tantangan ekonomi secara global. Untuk itu PINTU tetap pada komitmen untuk terus memberikan pemahaman dan edukasi bagi masyarakat Indonesia yang diharapkan bisa membantu investor membuat keputusan investasi secara bijaksana,” tutup Jonathan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Prediksi Harga Kripto...
Prediksi Harga Kripto Pakai AI Semakin Tren, Upbit: Investor Tetap Perlu Hati-Hati
Rekomendasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Berita Terkini
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved