Bahaya Eskalasi Perang Hamas-Israel: Harga Minyak Bisa Tembus USD150 per Barel
Selasa, 31 Oktober 2023 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi 30 persen masih merupakan bagian besar, seperti diperingatkan oleh wakil kepala ekonom Bank Dunia, Ayhan Kose. "Ketika Anda berpikir tentang harga minyak, apa yang terjadi di Timur Tengah tidak tinggal di Timur Tengah. Ini memiliki dampak global yang sangat besar," paparnya.
Tetapi laporan itu memperingatkan bahwa belum ada pemulihan penuh dari invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022, yang digambarkan Kose sebagai "traumatis bagi pasar komoditas".
Dia mengatakan, efek negatif akan datang jika eskalasi dalam konflik mendorong kenaikan harga komoditas yang terus-menerus, yang akan melepaskan "gelombang inflasi lain" dan memaksa para bankir sentral untuk bertindak. Gil menambahkan: "Pembuat kebijakan harus waspada."
Ini akan memiliki konsekuensi parah bagi ketahanan pangan di negara-negara miskin yang sudah menghadapi meningkatnya tingkat kelaparan, menurut bank dunia. Lonjakan harga minyak dan gas juga akan menaikkan biaya pengiriman dan pupuk,
"Harga minyak yang lebih tinggi, jika berkelanjutan, pasti membuat harga pangan menjadi lebih mahal," kata Kose, menambahkan bahwa pada akhir 2022 hampir sepersepuluh populasi dunia kekurangan gizi.
"Eskalasi konflik terbaru akan meningkatkan kerawanan pangan, tidak hanya di kawasan ini tetapi juga di seluruh dunia," kata Kose.
Tetapi laporan itu memperingatkan bahwa belum ada pemulihan penuh dari invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022, yang digambarkan Kose sebagai "traumatis bagi pasar komoditas".
Dia mengatakan, efek negatif akan datang jika eskalasi dalam konflik mendorong kenaikan harga komoditas yang terus-menerus, yang akan melepaskan "gelombang inflasi lain" dan memaksa para bankir sentral untuk bertindak. Gil menambahkan: "Pembuat kebijakan harus waspada."
Ini akan memiliki konsekuensi parah bagi ketahanan pangan di negara-negara miskin yang sudah menghadapi meningkatnya tingkat kelaparan, menurut bank dunia. Lonjakan harga minyak dan gas juga akan menaikkan biaya pengiriman dan pupuk,
"Harga minyak yang lebih tinggi, jika berkelanjutan, pasti membuat harga pangan menjadi lebih mahal," kata Kose, menambahkan bahwa pada akhir 2022 hampir sepersepuluh populasi dunia kekurangan gizi.
"Eskalasi konflik terbaru akan meningkatkan kerawanan pangan, tidak hanya di kawasan ini tetapi juga di seluruh dunia," kata Kose.
(akr)
Lihat Juga :