Naik 15%, BNI Raup Laba Bersih Rp15,75 Triliun di Kuartal III-2023
Selasa, 31 Oktober 2023 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: BNI Terus Genjot Kinerja Digital Banking
"Adapun tren kenaikan suku bunga acuan yang mempengaruhi biaya bunga dana (CoF) memang tengah mengalami tren peningkatan dan fenomena ini terjadi merata di industri perbankan. Namun di tengah kondisi tersebut, kami bersyukur CoF kami saat ini di kisaran 2%, secara struktural masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi di atas 3%," kata Royke.
Lebih lanjut, Royke menambahkan, rasio kecukupan permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) BNI pun terus meningkat dari 18,9% tahun lalu menjadi 21,9% per September 2023, jauh di atas persyaratan modal minimum sebesar 13,8%. Tingginya rasio kecukupan permodalan ini, jelas dia, memberikan BNI kemampuan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis dan investasi BNI Group.
"Kami sangat bersyukur melihat kinerja positif hingga kuartal ketiga 2023 ini. Kami berkomitmen untuk terus mendorong tren pertumbuhan yang baik ini, sehingga dapat memberikan kontribusi optimal dalam menjaga momentum pertumbuhan kredit dan ekonomi," tandasnya.
"Adapun tren kenaikan suku bunga acuan yang mempengaruhi biaya bunga dana (CoF) memang tengah mengalami tren peningkatan dan fenomena ini terjadi merata di industri perbankan. Namun di tengah kondisi tersebut, kami bersyukur CoF kami saat ini di kisaran 2%, secara struktural masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi di atas 3%," kata Royke.
Lebih lanjut, Royke menambahkan, rasio kecukupan permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) BNI pun terus meningkat dari 18,9% tahun lalu menjadi 21,9% per September 2023, jauh di atas persyaratan modal minimum sebesar 13,8%. Tingginya rasio kecukupan permodalan ini, jelas dia, memberikan BNI kemampuan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis dan investasi BNI Group.
"Kami sangat bersyukur melihat kinerja positif hingga kuartal ketiga 2023 ini. Kami berkomitmen untuk terus mendorong tren pertumbuhan yang baik ini, sehingga dapat memberikan kontribusi optimal dalam menjaga momentum pertumbuhan kredit dan ekonomi," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :