Biaya Top Up E-Money Kontradiktif dengan Gerakan Nasional Non Tunai

Senin, 18 September 2017 - 20:34 WIB
Biaya Top Up E-Money...
Biaya Top Up E-Money Kontradiktif dengan Gerakan Nasional Non Tunai
A A A
JAKARTA - Rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan aturan biaya isi ulang (top up fee) untuk uang elektronik atau e-money terus menuai protes dari berbagai kalangan. Menurut Ekonom Institute for Economic Development and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, kebijakan tarik fee dinilai kontradiktif dengan kebijakan BI untuk melaksanakan kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

(Baca Juga: Ombudsman: Biaya Isi Ulang E-Money Jangan Jadi Beban Konsumen )

Dia pun menilai, kebijakan pengenaan biaya top up e-money ini dinilai kurang tepat. Dalam hal ini, sambung dia, sebenarnya BI mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan e-money, namun di sisi lain justru mengenakan pungutan kepada nasabah.

"Pengenaan fee top up e-money merupakan hal yang kurang tepat dilakukan untuk saat ini. Apalagi kebijakan tersebut bertepatan dengan elektronifikasi pembiayaan jalan tol. Ini kontradiktif," ujar Bhima di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, kebijakan BI menjadi disinsentif bagi nasabah e-money, khususnya masyarakat pengguna jasa transportasi umum dan tol. Menurut Bhima, bisnis e-money sendiri sudah sangat menguntungkan bagi perbankan. Dia menyebut, saat pelanggan membeli kartu e-money di situ ada biaya yang dibebankan ke pelanggan. "Uang hasil penjualan kartu sebenarnya tercatat sebagai fee based income bank," paparnya.

(Baca Juga: Top Up Fee E-Money, BI Ambil Kesempatan di Atas Penderitaan )

Sementara itu seperti diketahui BI sebelumnya menjadi pelopor Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT), lantaran dinilai lebih hemat, efektif dan efisien serta aman. GNNT tengah menggema merambah 24 kota dengan total sekitar 1,2 juta orang yang telah menggunakan transaksi non tunai melalui kartu kredit, kartu ektronik dan sejenisnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hingga Juli, Transaksi...
Hingga Juli, Transaksi E-Money Mandiri Capai Rp7,4 Triliun
Gerakan Nasional Non...
Gerakan Nasional Non Tunai
BI Tutup Seluruh Operasional...
BI Tutup Seluruh Operasional Saat Pemilu, Akses Hanya Non Tunai BI Fast
Formula E Jadi Ajang...
Formula E Jadi Ajang Gencarkan Pembayaran Non-Tunai
Apa Benar Uang Baru...
Apa Benar Uang Baru Bertentangan dengan Gerakan Non Tunai? Simak Penjelasan Ekonom!
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
8 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
8 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
9 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
9 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
9 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
11 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved