Bos Gapki: Sampai Kiamat Eropa Bakal Jegal Ekspor Sawit RI

Jum'at, 03 November 2023 - 14:49 WIB
loading...
Bos Gapki: Sampai Kiamat...
Ketua Umum Gapki Eddy Martono dalam pembukaan IPOC 2023 bertajuk Enhanching Resiliency Amid Market Ucertainty, di Nusa Dua, Bali, Kamis (2/11/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
NUSA DUA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ) Eddy Martono mengungkapkan Uni Eropa (UE) tidak akan pernah berhenti menjegal ekspor sawit dari Indonesia. Pasalnya mereka juga memiliki minyak nabati yang harus dilindungi.

"Jadi apapun itu, sampai kiamat tidak akan pernah selesai karena mereka punya minyak nabati yang harus dilindungi," ujar dia dalam rangkaian acara IPOC 2023, di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/11/2023).

Baca Juga: Kebijakan EUDR Ancam Mata Pencaharian 3 Juta Petani Sawit

Teranyar, UE menerapkan kebijakan anti deforestasi atau European Union Deforestation-Free Regulations (EUDR). Dalam kebijakan tersebut Eropa tidak mau menerina minyak sawit dari Indonesia karena dalam prosesnya dianggap merusak lingkungan.

Aturan ini akan menjadi tantangan bagi pengusaha sawit di Indonesia karena berdampak pada penurunan harga Crude Palm Oil (CPO). "Ini yang akan menekan kita karena dianggap high risk. Nah itu yang dikhawatirkan," jelasnya.

Baca Juga: Industri Sawit Sumbang Devisa Rp327 Triliun hingga Agustus 2023

Regulasi tersebut memberlakukan benchmarking atau pengelompokan negara eksportir berdasarkan tingkat risiko deforestasi di antaranya, tinggi risiko, risiko menengah dan rendah risiko. Berdasarkan standar UE, Indonesia sebagai negara dengan penghasil komoditas yang memiliki risiko deforestasi tinggi salah satunya sawit. Adapun kebijakan EUDR diberlakukan 16 Mei 2023.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Rekomendasi
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Audy Item Hamil Anak...
Audy Item Hamil Anak Ketiga di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Akui Lebih Protektif
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Infografis
Eropa Pernah Ketakutan...
Eropa Pernah Ketakutan Bakal Membeku, Kini Kelebihan Pasokan Gas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved